• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Hijab dan Kehormatan Wanita Muslimah

    Jun 6, 2019, 1:21 PM WIB Last Updated 2020-01-23T13:09:00Z
    Oleh Sarah Artsila Arafah (Mahasiswi Psikologi UIN Arraniry asal Aceh Barat Daya dan Pegiat Forum Aceh Menulis)

    Bersyukurlah bagi wanita yang dilahirkan dalam keadaan muslimah. Menganut Islam sebagai jalan iman dan cara hidup yang mulia seumur masa. Kedudukan wanita di dalam Islam berada di tempat terhormat dan tertinggi.

    Dahulu kala, dalam masyarakat pagan Yunani, wanita menjadi salah satu sajian pengorbanan bersanding dengan benda-benda lain yang turut dikorbankan dalam agama mereka. Bangsa Yahudi memisahkan wanita mereka disaat haidnya. Wanita menstruasi dijauhkan dari lingkungan umum dan terkucil karena dianggap najis dan jijik.

    Tetapi Islam tidak memandang demikian. Islam hadir mengubah asumsi dan perspektif kebudayaan masyarakat itu seperti yang terkandung dalam Alquran. Ada satu surat khusus yang mambahas tentang wanita dan diberi nama jenis kelamin gender wanita yaitu Surah Annisa'.

    Kenapa ada surah yang bernama wanita? Karena Allah dan Nabi yang memuliakan wanita yang memilki kodrat yang mulia. Ia punya 3 tingkat di atas lelaki. Sebagai mana hal ini ada dalam surah Lukman (31) ayat 14;

    “Berbuatlah baik kepada kedua orang tuamu, terutama kepada Ibumu yang telah mengalami tiga jenis kelelahan yang sangat letih yaitu ketika mengandung, melahirkan, dan menyusui hingga dua tahun. Berterimakasihlah kepadaKu dan kepadanya."

    Itulah gambaran penghormatan Islam terhadap sosok wanita yang memiliki peranan begitu dahsyat dan luar biasa dalam kehidupan manusia. Untuk itu pula, Islam menganjurkan kepada anak manusia untuk menghormatinya sebagai bentuk birrul walidain (berbakti kepada orangtua).

    Penghormatan terhadap posisi dan peran yang dimiliki wanita ini, tidak serta merta berhenti di sini, karena ia sosok makhluk yang terhormat secara syariah. Maka Allah Swt sebagai Syari’ (pengatur) dan menurunkan seperangkat aturan dan cara hidup islami bagi wanita yaitu Jilbab/hijab.

    Jilbab adalah sejenis pakaian dari leher hingga kaki yang menutup aurat wanita. Pakaian ini harus menutupi tubuh dari bentuk lekuk-lekuknya. Bagi wanita menutup aurat ini menjadi syarat untuk menikmati aroma syurga. Sebuah hadis mengatakan, “Siapa yang mengumbar auratnya di depan umum, haram baginya mencium aroma syurga.”

    Perspektif Alquran dan Hadis bagi perempuan yang berhijab dan berjilbab adalah sama dengan wanita melaksanakan shalat. Berhijab merupakan pantulan cermin dari kesempurnaan ibadah shalat yang didirikannya.

    Tentunya akan merisaukan jika ada seorang wanita muslimah taat menjalankan shalat namun tidak berhijab. Sama juga merisaukan jika ada wanita berhijab tapi tidak melaksanakan shalat. Lalu bagaiamana ia menemukan alasan tidak shalat sementara ia berhijab?

    Kita merasa bukan yang paling suci dan paling taat disini, atau lebih pantas masuk Syurga dalam menyampaikan pesan ini. Bisa jadi orang yang disayang Allah adalah mereka yang tekun dengan profesinya dan berusaha menjalankan aturan-aturan yang telah menjadi ketetapan agama baginya meski berat dan terbelenggu.

    Ada pun wanita muslimah yang berhijab, sebenarnya, ia telah memenuhi syarat untuk memperoleh pasangan, jodoh, pendamping hidup yang shaleh dan baik budi pekertinya (akhlak), santun perangainya, setia, dan membahagiakan. Ia lebih pantas memperoleh “paket” kehidupan yang penuh dilimpahi berkah, karunia, dan keberuntungan.

    Status ini sebagaimana tertera dalam QS Annur (24):26 yang berpengaruh kepada jodoh kita.  Disebutkan di sana, “Wanita yang suka berzina akan dipasangkan (dijodohkan) dengan pria yang suka berzina. Sebaliknya, wanita yang baik dan shalehah akan dinikahkan dengan lelaki yang shaleh pula."

    Sebagai catatan akhir, otomatis sebuah attitude, sikap, dan perilaku perbuatan kita dapat mencerminkan dan menentukan kadar masa depan kita depan hingga ke persoalan jodoh juga. Nah, bagi seorang remaja wanita yang sudah bertekad mengenakan hijab secara menyeluruh dan baik akhlaknya (sesuai dengan kadar hijabnya), berarti ia telah mendaftarkan diri untuk masuk ke dalam golongan yang paling beruntung hidupnya, yaitu hidup penuh limpahan berkah, karunia, dan anugerah hidup dan didampingi oleh pasangan yang baik akhlaknya, santun perangainya, dan mulia seumur masa.
    Wallahualam Bishawab.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini