• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Disdik Pidie Jaya Tingkatkan Profesionalisme Guru Melalui KKG/MGMP

    Sep 15, 2019, 3:19 PM WIB Last Updated 2020-01-23T11:10:58Z
    Meureudu (WARTANAD) - Dinas Pendidikan Pidie Jaya, (14/8/2019), melatih 1248 orang guru SD dan SMP melalui kegitatan KKG/MGMP, Agar tenaga pendidik dapat memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran sebagaimana yang diamanatkan pada undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005, guru harus senantiasa meningkatkan profesionalismenya secara terus menerus melalui berbagai upaya antara lain melalui peningkatan karier bagi guru melalui kegiatan KKG SD dan MGMP SMP. 

    Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan Setdakab Pidie Jaya, Drs. Abdul Syakur, M.Si dalam sambutan sekaligus membuka acara yang dilaksanakan  sampai tanggal 15/9/2019 di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya, mengharapkan para guru bisa menjadi terlatih, profesional dan merata. Kualitas guru yang baik dan profesional secara merata dapat dijadikan sebagai modal utama untuk meningkatkan kualitas peserta didik.

    “Komunitas merupakan salah satu wadah yang menjadi ujung tombak untuk berbagi dan mencari solusi mengenai masalah-masalah pendidikan yang dihadapi guru. Program peningkatan profesionalisme guru ini diharapkan dapat menghidupkan dan menggairahkan kegiatan-kegiatan komunitas dengan lebih bersemangat. Melalui KKG/MGMP, pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Pidie Jaya diharapkan dapat segera tercapai,” pungkas Syakur.

    Sementara Kadisidik Pidie jaya, Saiful, M.Pd. Pelatihan guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) akan sangat bermanfaat karena langsung melibatkan guru di lapangan dan di lokasi wilayah guru pengajar namun harus dipastikan pelatihan dimulai dari proses refleksi agar lebih efektif. 

    Refleksi dilakukan ketika pelatihan dimulai dengan tidak boleh terburu-buru. Butuh waktu untuk benar-benar mengubah persepsi guru bahwa kesuksesan belajar bukan nilai ujian yang baik melainkan motivasi siswa untuk terus belajar membuka pikiran dan mengemukakan gagasan. 

    Setelah itu, mereka bisa mulai mendiskusikan permasalahan yang ada di kelas. Solusi yang diterapkan tak sekadar menasihati siswa tetapi juga melakukan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan siswa. Ujar Saiful.
    Koordinator kegiatan Makmurrizal, M.Pd menjelaskan, kegiatan ini dilakukan selama 10 kali pertemuan dengan system in-1 yaitu pertemuan awal yang digunakan untuk memaparkan kebijakan program peningkatan kompetensi pembelajaran. 

    Selanjutnya adalah pendalaman materi pelajaran di masing-masing KKG/MGMP untuk dilakukan 3 praktik penyusunan pembelajaran dan penilaian. Pada kegiatan in-2 digunakan untuk praktik penyusunan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Selanjutnya, dalam kegiatan on-1 dilaksanakan desain pembelajaran dan penilaian Kegiatan in-3 dilaksanakan review terhadap desain pembelajaran tersebut dan on-2 dilaksanakan perbaikan hasil review desain pembelajaran dan penilaian dan juga praktik pembelajaran dan penilaian. 

    Langkah selanjutnya adalah  refleksi pembelajaran dan penilaian yang berfungsi untuk melakukan refleksi terhadap praktik-praktik baik dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah. Yang menjadi pemateri utama dalam pelatihan ini adalah Prof.DR. Yusrizal, M.Pd dari FKIP unsyiah, dan Intruktur dari Kabupaten Pidie Jaya". Jelas Makmur.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini