• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Sejak dilantik jadi Menhan, Amerika Serikat dekati Prabowo

    Oct 29, 2019, 5:11 PM WIB Last Updated 2020-01-23T11:12:16Z

    Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, disebut saat ini telah diperbolehkan mengunjungi Amerika Serikat. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
    Menurut Dasco, mantan Danjen Koppasus itu diundang mengunjungi negeri Paman Sam setelah resmi dilantik Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju menggantikan Ryamizard Ryacudu.
    Dasco mengklaim, sejak menjadi Menteri Pertahanan ada beberapa negara yang bersilaturahim kepada Prabowo. Tidak terkecuali silaturahim juga datang dari Amerika Serikat.
    “Jadi begini, memang sejak menjadi Menhan ada beberapa dari negara yang bersilahturahmi kepada Prabowo, termasuk dari tim Amerika Serikat,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/10).
    Menurut Dasco, dalam pertemuan silaturahmi itu, pihak Amerika Serikat secara resmi mengundang Prabowo untuk berkunjung. Namun demikian, kata Dasco, permintaan kunjungan dari Amerika Serikat itu belum dapat dipenuhi oleh Prabowo karena kesibukannya sebagai Menhan.
    "Namun karena kesibukan Prabowo yang masih menata, mempelajari, dan membuat rencana-rencana untuk Kementerian Pertahanan, rencana keluar negeri itu termasuk ke Amerika Serikat belum terjadwalkan," ujarnya.
    Namun demikian, Dasco kembali menegaskan, bahwa larangan Prabowo Subianto mengunjungi Amerika Serikat sudah tidak berlaku lagi. Larangan untuk ke luar negeri khususnya Amerika Serikat disebut Dasco sudah dicabut. Karena itu, Dasco menambahkan, dalam waktu dekat Prabowo akan segera merencanakan perjalanan dinas ke Amerika Serikat.
    Seperti diketahui, Prabowo sempat dilarang masuk ke Amerika Serikat karena diduga tersangkut pelanggaran HAM. Dilansir dari BBC, dokumen rahasia Amerika Serikat mengungkap rentetan laporan pada masa prareformasi. Dari dokumen itu, nama Prabowo Subianto disebut memerintahkan Kopassus untuk menghilangkan paksa sejumlah aktivis pada 1998 dan adanya perpecahan di tubuh militer.
    Salah satu dokumen merupakan telegram berisi percakapan antara Asisten Menteri Luar Negeri AS, Stanley Roth, dengan Komandan Kopassus, Mayor Jenderal Prabowo Subianto. Dalam pertemuan selama satu jam pada 6 November 1997 itu, keduanya membahas situasi Indonesia. [Ant]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini