• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Dinkes Pidie Simpulkan Muhammad Yani Bukan Korban Malpraktek

    Fauzal
    Aug 12, 2022, 5:53 PM WIB Last Updated 2022-08-12T16:04:49Z

     

    Muhammad Yani (Pasien) Berjabat Tangan Dengan Dr.Taufik (dr.umum dipuskesmas Geumpang) Difasilitasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie,Dr.Arika.Sp.OG(K). (Foto Dokumentasi Wartanad.id)


    Wartanad.id - Pidie - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pidie dr.Arika,Sp.OG (K) menyimpulkan kondisi Muhammad Yani (39) yang mengalami Pergelangan tangan tidak sepenuhnya bisa di gerakkan,

    Karena Jahitan penanganan pihak medis di puskesmas Geumpang, disebabkan oleh kurang perhatian dari pasien dan mengganggap luka yang diderita pasien atas nama Muhammad sudah sembuh.Jum'at (12-8-2022).


    dr Arika,Sp.OG(K) Dalam Penyampaian nya diruangan Aula Dinkes dan juga disaksikan keluarga Muhammad Yani (Pasien) menjelaskan bahwasanya himbauan dokter yang menanganinya pada saat itu tidak dihiraukan untuk kembali memeriksa apakah luka bekas jahitan nya sudah sembuh, Sehingga efek samping nya adalah terlihat setelah luka jahitan sudah sembuh namun 2 bulan berjalan dalam proses penyembuhan Muhammad tidak pernah berkonsultasi dengan dokter di puskesmas.



    Laporan kronologis penanganan medis dari Puskesmas Mane sudah diterima Dinkes Pidie dan menyimpulkan pasien pada tanggal 18-4-2022 atas nama Muhammad Yani datang meminta rujukan tentang kondisi tangan tidak bisa digerakkan disebabkan luka jahitan yang belum sembuh.


    "Jadi bukan karena dampak dari penanganan medis yang dilakukan tim medis dokter," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika.Sp.OG (K), Dan telah disepakati oleh pihak Dinkes untuk memberikan penanganan medis terhadap pasien hingga terapi . Keputusan ini dari hasil mediasi yang dilakukan pihak keluarga pasien dengan pihak dokter di puskesmas dan Dinkes Pidie.



    dr.Arika , juga mempersiapkan armada ambulance bila tidak ada pasien emergency maka Muhammad bisa kita antar ke rumah sakit tempat dia menerima rujukan yang khusus akan menangani pasien tersebut. laporan (FH01)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini