Jalan Usaha Tani Tak Kunjung Dibangun, Warga Desa Pawod Desak Bupati Pidie Turun Tangan dan Periksa Keuchik Pawod. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
Pidie ( Wartanad.id)— Masyarakat Desa Pawod, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap belum terealisasinya pembangunan jalan usaha tani yang sangat dibutuhkan warga, khususnya para petani. Padahal, pembangunan jalan tersebut telah dianggarkan melalui Dana Desa tahun 2025 dan disebut-sebut dananya telah dicairkan. Sabtu (24/01/2026)
Ironisnya, hingga kini tahun telah berganti ke 2026, namun tidak ada tanda-tanda perbaikan maupun pembangunan jalan yang dimaksud. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat dan memicu dugaan adanya ketidakberesan dalam pengelolaan Dana Desa.
Jalan usaha tani tersebut merupakan akses vital bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian seperti padi, palawija, dan hasil kebun lainnya.
Selama ini, petani harus berjibaku dengan kondisi jalan yang rusak, becek saat musim hujan, dan berdebu saat musim kemarau. Akibatnya, biaya angkut meningkat dan hasil pertanian sering mengalami kerusakan sebelum sampai ke pasar.
“Kami sangat dirugikan. Jalan ini sangat penting untuk kehidupan kami sebagai petani. Tapi sampai sekarang tidak ada perbaikan sama sekali, padahal anggarannya sudah ada,” ujar salah seorang warga Desa Pawod dengan nada kesal.
Warga mengaku telah berulang kali mempertanyakan realisasi pembangunan tersebut kepada pemerintah desa, namun tidak mendapatkan penjelasan yang jelas dan transparan. Hal ini semakin memperkuat keresahan masyarakat dan menurunkan kepercayaan terhadap aparatur gampong.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Pawod secara tegas meminta Bupati Pidie untuk turun tangan langsung menyelesaikan persoalan ini.
Warga mendesak agar pemerintah kabupaten tidak tinggal diam dan segera memastikan apakah Dana Desa yang telah dicairkan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar Keuchik Desa Pawod diperiksa oleh pihak berwenang, baik oleh Inspektorat Kabupaten, Aparat Penegak Hukum, maupun lembaga pengawasan lainnya, guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan anggaran negara.
“Kami tidak menuduh, tapi kami berhak tahu ke mana dana itu digunakan. Kalau memang ada pelanggaran, kami minta diproses sesuai hukum,” tegas perwakilan warga lainnya.
Masyarakat berharap, dengan adanya perhatian serius dari Bupati Pidie, persoalan ini dapat segera dituntaskan, baik melalui pembangunan jalan usaha tani secara nyata maupun melalui audit dan evaluasi pengelolaan Dana Desa.
Warga menegaskan, pembangunan desa tidak boleh hanya berhenti di atas kertas dan laporan administrasi semata, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mereka juga mengingatkan bahwa Dana Desa adalah amanah negara yang bersumber dari uang rakyat, sehingga setiap rupiah wajib dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.
Hingga berita ini diturunkan, Keuchik Desa Pawod belum memberikan keterangan resmi terkait belum terealisasinya pembangunan jalan usaha tani tersebut. Redaksi menerima hak jawab dari pemerintah Gampong Pawod.
