-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Abdul Hamid Ajak Guru dan Wali Siswa Bergandeng Tangan: Bersatu Melahirkan Generasi Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing Tinggi

    Azhar
    May 2, 2026, 12:00 PM WIB Last Updated 2026-05-02T05:03:32Z

    Wartanad.id | Bireuen – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama yang erat antara pihak sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter anak bangsa. Ia secara khusus mengajak seluruh tenaga pendidik serta para wali siswa untuk bahu-membahu, bersatu hati, dan bekerja sama secara maksimal guna melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia serta mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
     
    Ajakan dan pesan penting ini disampaikan Abdul Hamid di sela-sela rangkaian acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang digelar di halaman SMK Negeri 1 Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen pada Sabtu 2 Mei 2026. 

    Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara pendidik di sekolah dan orang tua di lingkungan keluarga.
     
    Menurut Abdul Hamid, pembentukan kepribadian dan akhlak siswa adalah tugas utama yang harus dijalankan secara beriringan. Ia mengingatkan bahwa peran orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar dan menentukan, mengingat waktu interaksi anak di lingkungan keluarga cukup panjang dan intens.
     
    "Kepada seluruh wali siswa, saya menaruh harapan besar agar kita semua bersatu dan bekerja sama dalam mendidik anak-anak kita menjadi insan yang berakhlak mulia. Perlu kita sadari bersama, bahwa orang tua adalah suri tauladan utama bagi anak-anak saat mereka berada di luar lingkungan sekolah," ujar Abdul Hamid.
     
    Ia menambahkan, peran guru memiliki batasan ruang dan waktu, yaitu hanya dapat mendidik, membimbing, dan memberikan teladan selama peserta didik berada di lingkungan sekolah. Sementara itu, saat anak berada di rumah maupun di lingkungan masyarakat, kendali dan pengaruh terbesar berada di tangan orang tua dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, keselarasan pola asuh dan pendidikan antara sekolah dan rumah menjadi kunci utama terciptanya generasi yang berkualitas.
     
    "Guru hanya bisa mendidik dan membimbing para generasi penerus bangsa ini selama mereka berada di dalam lingkungan sekolah. Namun, ketika mereka pulang ke rumah atau bergaul di masyarakat, maka orang tualah yang menjadi guru utama dan contoh nyata bagi mereka. Jika pendidikan di sekolah baik, namun di lingkungan keluarga tidak didukung dengan pembiasaan yang baik, maka hasilnya tidak akan maksimal," tegasnya.
     
    Abdul Hamid juga menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin berat dan terbukanya akses informasi tanpa batas menuntut generasi muda untuk memiliki pondasi akhlak dan karakter yang kuat. Tanpa akhlak yang mulia, kecerdasan dan keterampilan yang tinggi justru dikhawatirkan dapat disalahgunakan dan tidak membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
     
    Selain itu, ia juga mengingatkan agar pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif atau kecerdasan otak semata, tetapi juga harus membekali siswa dengan keterampilan dan keahlian yang mumpuni. Gabungan antara akhlak yang mulia dan keterampilan yang handal inilah yang diharapkan dapat mencetak generasi muda Bireuen yang mampu bersaing, tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga mampu tampil percaya diri di tingkat internasional.
     
    Menutup pembicaraan nya dengan Insan Pers, Abdul Hamid kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua dan pendidik, untuk mempererat kerja sama, saling mendukung, dan melengkapi satu sama lain demi masa depan pendidikan yang lebih gemilang dan terlahirnya generasi bangsa yang berkarakter kuat serta beradab luhur.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini