-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    DKP Pidie Usulkan 4 Gampong Pesisir Masuk Program Kampung Nelayan KKP, Fokus Kemandirian dan Sarpras Perikanan

    Fauzal
    May 4, 2026, 5:04 PM WIB Last Updated 2026-05-04T10:40:54Z

     


    DKP Pidie Usulkan 4 Gampong Pesisir Masuk Program Kampung Nelayan KKP, Fokus Kemandirian dan Sarpras Perikanan. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)


    Pidie ( Wartanad.id) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pidie terus mendorong penguatan sektor perikanan tangkap melalui program strategis berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang kini ditempuh adalah mengusulkan empat gampong pesisir untuk masuk dalam Program Kampung Nelayan yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 


    Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah nelayan.


    Empat Gampong Diusulkan, Sudah Diverifikasi KKP

    Adapun empat gampong yang diusulkan oleh DKP Pidie meliputi:

    • Gampong Kuala Pidie (Pantai Pelangi), Kecamatan Kota Sigli

    • Gampong Pasie Brandeh, Kecamatan Batee

    • Gampong Jeumeurang (Dermaga Kuala Tari), Kecamatan Kembang Tanjong

    • Gampong Tanjung Krueng (Dermaga Pasie Ie Leubeu), Kecamatan Kembang Tanjong

    Kepala DKP Pidie melalui Kabid Perikanan Tangkap dan Pengelolaan TPI, Muhammad Ady Rizka, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa keempat gampong tersebut telah melalui tahapan penting dalam proses seleksi.


    “Minggu lalu tim verifikasi dari KKP telah turun langsung ke empat gampong yang kami usulkan jadi program kampung nelayan di Pidie,” ujarnya, Senin (04/05/2026).


    Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan wilayah serta menilai langsung kondisi di lapangan, mulai dari potensi perikanan hingga kebutuhan infrastruktur pendukung.


    Masuk Kriteria Pengembangan Kemandirian Nelayan

    Ady menjelaskan, hasil verifikasi menunjukkan bahwa keempat gampong tersebut memenuhi indikator sebagai kawasan yang layak dikembangkan dalam program kampung nelayan.


    “Keempat gampong ini masuk kategori verifikasi dan memenuhi indikator untuk pengembangan kemandirian gampong nelayan di Pidie,” jelasnya.


    Tim dari KKP juga telah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kebutuhan riil masyarakat nelayan, termasuk sarana penunjang aktivitas penangkapan dan pascapanen.


    Fokus Pada Sarpras dan Pemberdayaan Pesisir

    Program Kampung Nelayan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.


    Beberapa fokus utama program ini antara lain:

    • Pembangunan atau rehabilitasi dermaga pendaratan ikan

    • Penyediaan pabrik es guna mendukung rantai dingin hasil tangkapan

    • Pembangunan bengkel kapal dan alat tangkap

    • Peningkatan kualitas hidup dan kapasitas nelayan


    Namun demikian, Ady menegaskan bahwa esensi utama program ini adalah menciptakan kemandirian nelayan melalui pendekatan terpadu.


    “Fokus utamanya adalah pemberdayaan pesisir untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian nelayan, bukan sekadar bantuan fisik,” tegasnya.


    Harapan Jadi Wilayah Intervensi Nasional

    DKP Pidie berharap dari empat gampong yang diusulkan, setidaknya ada yang terpilih menjadi lokasi intervensi program nasional tersebut.


    “Harapan kami, dari empat gampong yang diusulkan ini terpilih sebagai wilayah intervensi Program Kampung Nelayan,” ujar Ady.


    Jika terealisasi, program ini diyakini akan menjadi momentum penting dalam mempercepat pembangunan sektor perikanan di Kabupaten Pidie, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir secara signifikan.


    “Dengan adanya program ini kami yakin penguatan kemandirian kampung nelayan akan lebih terarah dan sejalan dengan pembangunan di Kabupaten Pidie,” tutupnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini