-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Sekda Aceh Buka Acara Percepatan Kegiata Lingkup Distanbun

    Azhar
    May 2, 2026, 11:55 PM WIB Last Updated 2026-05-02T16:57:48Z
    Wartanad.id • Banda Aceh - Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, S.IP. M.PA diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP mebuka acara Pertemuan Percepatan Kegiatan Lingkup Pertanian dan Perkebunan Aceh di Aulai Unit 1 Distanbun Aceh pada Kamis 30 April 2026. 

    M. Nasir menyatakan bahwa Pembangunan Pertanian merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya usaha tanaman pangan dan perkebunan yang mampu menghasilkan produk mulai dari hulu sampai hilir. 

    Pembangunan tanaman pangan berorientasi pada peningkatan produksi dan kualitas hasil sedangkan perkebunan selain untuk produksi juga berorientasi ekspor. Untuk itu, faktor optimalisasi efisiensi usaha, peningkatan produktivitas, peningkatan kapasitas usaha, serta peningkatan nilai tambah dan daya saing menjadi indikator penting dalam mewujudkan kedua orientasi tersebut, ujar Nasir yang dibacakan oleh Azanuddin Kurnia pada sambutan pembukaan acara tersebut. 

    Atas kehendak Yang Maha Kuasa, Aceh, Sumut dan Sumbar terkena bencana yang maha dasyat pada tanggal 26 November 2025 yang lalu. Telah memporakporandakan sekitar 18 kabupaten/kota di Aceh. 

    Kerusakan infrastruktur, sarana pendidikan, jalan, jembatan tidak terkecuali lahan pertanian dan perkebunan menjadi luluh lantak dihantam bencana tersebut. Itu belum lagi kita kehilangan ribuan masyarakat yang sudah berpulang ke Yang Maha Kuasa.

    Musibah yang sudah terjadi tentunya menjadi iktibar bagi kita semua. Saat ini sudah saatnya kita untuk sama-sama bahu membahu dan bekerja secara maksimal untuk memulihkan keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya. 

    Sudah banyak upaya yang sudah kita lakukan dan belum berhenti sampai sekarang, termasuk bagaimana kita melakukan pemulihan khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan.

    Seperti diketahui bersama, bahwa areal persawahan yang terdampak bencana adalah sekitar 57.364 ha dengan rincian kategori rusak ringan 27.437 ha dan dilakukan pemulihan melalui optimasi lahan sekitar 27.071 ha disemua wilayah dan saat ini sedang berproses. 

    Kemudian kategori rusak sedang sekitar 13.405 ha dan yang sedang berproses untuk rehab sawah sekitar 4.393 ha sedangkan sekitar 7.850 ha sedang diusahakan oleh Kementerian Pertanian. 
    Kemudian untuk rusak berat sekitar 16.283 ha belum tertangani. 
    Kami berharap Pemerintah Pusat melalui Kementan dapat mencari solusi terhadap yang belum ada alokasi anggaran. 

    Sekda Aceh berharap Kadis Kab/Kota seluruh Aceh dan seluruh masyarakat terutama yang lahan terdampak agar secepatnya untuk memenuhi berbagai persyaratan dan membantu tim lapangan agar semua ini bisa segera dieksekusi. 

    Kita perlu mengembalikan persawahan yang rusak minimal sama seperti sebelum bencana tetapi kalau bisa lebih baik dari sebelumnya. Kepada UNIMAL, USK dan UNSAM agar bisa bekerja lebih cepat sehingga kontruksi yang akan dilaksanakan oleh pihak TNI dan para kelompok tani juga dapat segera dilaksanakan. Bagi yang sudah kerja kontruksi agar tetap semangat sehingga pada musim tanam ini para petani kita dapat melakukan penanaman di semua wilayah terdampak.

    Disis lain, harapan Pemerintah Pusat dan kita bersama agar Aceh tetap bisa mempertahankan dan berkontribusi terhadap ketahanan dan swasembada pangan serta secara maksimal untuk tetap mempertahankan Luas Baku Sawah (LBS) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Ini merupakan kawasan lahan pertanian yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dilindungi dan dipertahankan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok, serta mencegah alih fungsi lahan sawah menjadi non-pertanian.

    Sementara itu Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI Dr. Hermanto, MP menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementan akan terus berupaya untuk membantu memulihkan kondisi areal persawahan yang terdampak ke kondisi semula. Saat ini kami minta pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk mengejar kegiatan sehingga diharapkan secara perlahan mulai akhir mei ini sudah ada yang bisa ditanami areal persawahannya. 

    Kepada para mitra dari USK, UNIMAL, dan UNSAM serta pihak TNI dan para kelompok tani yang terdampak untuk terus bekerjasama untuk proses percepatan. Bagi petani yang sawahnya belum dapat diintervensi saat ini, Menteri Pertanian sedang berusaha untuk mencari anggaran tambahan. 

    Semoga tahun ini semua kondisi rusak ringan dan rusak sedang bisa ditangani dan direhab, ujar Hermanto.
    Ir. TA. Khalid, MM Anggota DPR RI Komisi IV yang hadir pada acara tersebut menyatakan bahwa kita harus komit untuk mempercepat pekerjaan ini cepat selesai sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat untuk bertani kembali. 

    Petani sudah terlalu lama menunggu, jangan sampai pemerintah dan kita semua lambat menyikapi ini semua ujarnya. Kami berharap semua pihak yang terlibat benar-benar serius dan bekerja ekstra untuk proses pemulihan ini.

    Pertemuan Percepatan Kegiatan Lingkup Pertanian dan Perkebunan se Aceh turut dihadiri oleh Plt. Kadistanbun Aceh, Para Kadis yang membidangi Pertanian dan Perkebunan se Aceh, Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan, Pj. Swasembada Pangan Aceh, BBRMP, UNIMAL, USK, UNSAM, Kodam Iskandar Muda serta perwakilan dari Kodim Aceh Utara, Timur, dan Tamiang, serta tamu undangan lainnya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini