• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    DEMA FDK UIN ArRaniry Gelar Seminar Bahaya Kecanduan Game

    Mar 24, 2019, 1:11 AM WIB Last Updated 2020-01-23T13:10:05Z
    wartanasional.co, Banda Aceh - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry menggelar seminar tentang bahaya kecanduan game berlangsung di aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, pada Sabtu (23/03/2019).

    Acara tersebut turut dihadiri oleh puluhan orang peserta seminar mulai dari kalangan mahasiswa maupun dosen dengan tema “Invasi Game di Era Informasi : Pengaruh Game dalam Kehidupan Nyata”. 

    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Zainuddin T, M.A. selaku wakil Dekan II FDK UIN Ar-Raniry.

    Dalam sambutannya, Zainuddin mengatakan, topik acara dengan tragedi penembakan di Masjid An- Nur, Selandia Baru. Beliau meyakini perbuatan yang sudah direncanakan lebih jauh hari.

    “Kalau dilihat dari  videonya, pelaku seperti sedang main game” tutur Zainuddin. 

    Ketua DEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Muhammad Rafsanjani menjelaskan, "acara ini digelar atas keprihatinan terhadap perilaku generasi muda yang terpengaruh dengan game online atau yang di kenal dengan nama PUBG yang sangat digemari oleh anak-anak hingga kalangan dewasa,"jelasnya.

    Lanjutnya, "generasi muda harus peka terhadap oknum-oknum yang ingin mengganggu akidah agama Islam, tunjukkanlah bahwa agama Islam merupakan Rahmatallil’alamin, dan kita generasi muda Islam harus bisa mengatur waktu dengan baik, jangan sampai terpesona dengan uluminasi game online,"ungkapnya Rafsanjani.

    Acara diskusi tersebut dilanjutkan dengan sesi seminar oleh pemateri pertama Teuku Farhan selaku Direktur Eksekutif MIT Aceh dan Praktisi IT Aceh, yang membahas tentang teknis dan jenis-jenis Game yang beredar di dunia game.

    Teuku Farhan dalam materinya menjelaskan bahwa, “Jumlah pengguna salah satu game berbasis mobile ada yang mencapai ratusan juta orang dan ada beberapa game yang menghina Islam, mencitrakan muslim sebagai teroris dan ini tanpa kita sadari. Oleh karena itu, perlu disadari bahwa game ini bukan hanya soal hiburan tapi juga terkait dengan ideologi, ekonomi, politik bahkan menularkan budaya,"ujarnya.

    Dilanjutkan pemateri kedua oleh Dr.rer. med. Ns. Marthoenis, M.Sc., MPH selaku Dosen Fakultas Keperawatan Unsyiah, yang membahas tentang resiko gangguan kejiwaan akibat kecanduan game.

    Marthoenis juga mengatakan, “sekarang rata-rata pemain game online mencapai 6 jam per hari, dan dilakukan pada malam hari, ujarnya’’. 

    Pemateri terakhir disampaikan oleh Dr. Hendra Syahputra, M.M. selaku Ketua Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Praktisi Talents Mapping, yang membahas tentang mengelola bakat dan menjalani peran terbaik. 

    Hendra mengungkapkan," anak-anak mulai dari kecil harus dipantau oleh kedua orang tuanya, sehingga tidak terpengaruh dengan hal-hal yang tidak diinginkan.

    Dari diskusi tersebut ketiga pemateri menyatakan setuju dengan wacana Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berencana menetapkan fatwa haram pada Game yang mengandung unsur kekerasan, pembunuhan dan sadisme. (Hasbi)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini