• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Harga bawang putih terus naik jadi Rp80.000/Kg di Aceh

    May 4, 2019, 4:54 PM WIB Last Updated 2020-01-23T13:09:30Z
    Foto : antara
    wartanasional.co, Banda Aceh - Harga salah satu komoditas hortikultura, yakni bawang putih impor terus naik di sejumlah pasar tradisional dengan menyentuh Rp80.000 per kilogram dari sebelumnya Rp70.000 per kg menjelang bulan Ramadhan di Aceh.

    Darmawan (29), pedagang di Pasar Keutapang II, Aceh Besar, Sabtu, mengatakan, kenaikan harga bawang putih ini dipicu oleh stok bawang putih di tingkat pedagang grosir di Aceh telah menipis, karena minimnya pasokan dari Medan, Sumatera Utara.

    "Kami dapat kiriman dari grosir pagi tadi, cuma satu kantongan plastik seberat lima kilogram. (harga) pengambilan bawang putih masih mahal, karena terus bergerak naik. Satu kantong plastik ini saja, kami ambil seharga Rp75.000 per kilo(gram)," terangnya.

    Sedangkan harga komoditas hortikultura yang lain, lanjut dia, masih relatif stabil. Jika terjadi kenaikan harga, maka tidak setinggi bawang putih impor demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    Di antaranya, seperti tomat yang mengalami kenaikan Rp2.000 menjadi Rp14.000 per kg, cabai merah bertahan Rp60.000 per kg, cabai hijau dan cabai rawit stabil masing-masing Rp40.000 per kg, dan bawang merah lokal Rp35.000 per kg, sedangkan impor Rp10.000 per kg.

    "Kami minta pemerintah segera turun tangan untuk menurunkan harga bawang putih. Tidak cuma di Aceh, tapi secara nasional. Apalagi sebentar lagi kita memasuki bulan puasa, tentunya permintaan kebutuhan pokok akan meningkat," tegas dia.

    Dekna (36), pedagang kebutuhan pokok dan holtikultura di Pasar Penayong, Banda Aceh mengaku, dalam tiga hari terakhir pihaknya tidak memasarkan bawang putih kepada pembeli karena tingginya harga pengambilan di tingkat grosir.

    "Sejak tiga hari terakhir, kami tak jual lagi bawang putih. Harga di grosir sudah tinggi. Kalaupun kami jual, bisa mencapai Rp100 per kilo(gram). Rasanya tak mungkin, dan kasihan pembeli," ucapnya.

    Rika Indah (33), pembeli yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga mengaku, tidak terkejut dengan harga kebutuhan pokok yang cenderung tinggi termasuk bawang putih, karena meningkatnya pemakaian menjelang bulan suci Ramadhan.

    "Sebentar lagi, kita kan mau puasa. Apalagi kami tinggal di Aceh dengan mayoritas penduduknya memiliki tradisi menyambut bulan suci Ramadhan," katanya.

    Kami yakin, pemerintah tetap memantau persediaan dan macam kebutuhan pokok, supaya harga tidak terlalu bergejolak di pasaran," terang Rika.

    Sumber : Antara News Aceh
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini