• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Gemar Menulis Bikin Kita Peka Sosial

    Jun 12, 2019, 8:08 PM WIB Last Updated 2020-01-23T13:09:01Z
    Oleh Riri Isthafa Najmi (Pemerhati Lingkungan Hidup dan Pegiat Sosial, Pariwisata, dan Budaya).

    wartanasional.co, Banda  Aceh - Kontribusi sosial bisa dilakukan dengan tindakan nyata di lapangan. Salah satunya mengadakan penyuluhan tentang bahaya demam berdarah, pengobatan gratis, dan berbagai bakti sosial yang dilakukan dengan sukarela.

    Kontribusi sosial ini dilaksanakan dalam berbagai macam konsep, bentuk, serta tatanannnya seperti bakti sosial suatu komunitas sampai Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diterapkan sebagian besar universitas-universitas di Indonesia.

    Orang-orang yang berkecimpung didalamnya disebut dengan istilah relawan. Relawan adalah orang-orang yang secara suka rela melaksanakan jalannya kegiatan dengan segala sumbangsih yang dimilikinya.

    Kontribusi adalah kata lain dari sumbangan atau iuran  berupa pikiran, harta, bahkan nyawa. Sedangkan sosial adalah segala hal yang berkaitan dengan kemasyarakatan secara luas.

    Kontribusi sosial secara garis besar dikenal dengal sumbangsih yang diberikan secara sukarela kepada masyarakat sekitar. Jika sumbangsih itu tidak sukarela, maka hal tersebut tidak masuk dalam kategori kontribusi sosial.

    Berbicara tentang relawan, dalam setiap kegiatan bernuansa kontribusi sosial ada banyak tipe relawan dalam melakukan aktivitasnya. Ada yang yang memang melakukannya secara suka rela, namun ada juga yang melakukannya setengah-setengah.

    Setengah-setengah dalam konteks ini adalah sikap keterpaksaan yang dimiliki seorang relawan. Mungkin saja orang itu melakukannya hanya untuk menjadi syarat menambah nilai kuliah, menambah gengsi, atau coba-coba saja tanpa didasari ketulusan dan keikhlasan pada awalnya.

    Tetapi, bagi orang-orang benar sukarela melakukan kegiatan semacam ini karena passion, pastilah ada rasa untuk melakukannya lagi dan lagi.

    Selain mengadakan bakti sosial dengan tujuan kontribusi sosial, Anda dapat melakukan kegiatan lain yang bertujuan sama. Kegiatan itu adalah melakukan cara membuat buku. Kenapa tiba-tiba cara membuat buku menjadi masuk ke dalam salah satu kategori kontribusi sosial?

    Bagi Anda yang ingin berkontribusi terhadap lingkungan sekitar, namun Anda tidak punya cukup waktu untuk itu, Anda dapat melakukan cara membuat buku. Mengapa melakukan cara membuat buku? Apa yang dapat Anda berikan terhadap lingkungan Anda dengan melakukan cara membuat buku?


    *Menulis Untuk Berkomunikasi*

    Pernahkah Anda membaca buku, lalu merasa penulis sedang berbicara dengan Anda. Ya. Itu berarti Buku yang Anda baca memiliki kualitas yang bagus. Kualitas itu diukur dari tingkat keterbacaan dan ‘oral’ yang mumpuni.

    Maksudnya, ketika Anda membaca setiap bait yang yang dituliskan di buku itu, Anda mudah untuk memahami. Seolah-olah Anda tidak sedang membaca melainkan diajak berbicara oleh si buku.

    Untuk itulah tujuan dan cara membuat buku dalam bidang sosial adalah menyediakan jembatan untuk Anda bersosial terhadap banyak orang secara tidak langsung.

    Dengan cara membuat buku dan berkomunikasi langsung dengan Anda (tidak terbatas oleh jarak dan waktu). bahkan disaat Anda tertidur, bisa jadi Anda masih berbicara dengan pembaca buku Anda secara tidak langsung.

    Hingga di akhir hayat, buku akan menjadi representasi kehidupan Anda bahwa Anda tidak pernah benar-benar tiada. Alasan itulah yang membuat banyak orang bijak berkata, “Jika Anda ingin ‘hidup abadi’, tulislah sebuah buku”.


    *Kontribusi Ilmu ke Masyarakat*

    Entah Anda sedang menulis sebuah karya sastra ataupun buku ilmiah, apapun yang Anda tuliskan akan tetap jadi suatu kontribusi yang bernilai di masyarakat. Ada cara membuat buku tentang fenomena kenakalan remaja zaman sekarang, hingga panduan membuka lapangan usaha bisnis rumahan, apapun itu, sudah termasuk kontribusi.

    Ditambah lagi, buku adalah media yang efesien untuk membagi ilmu kepada sesama selain mengajar. Entah mereka sadar atau tidak, kontribusi Anda akan tetap terlihat di buku yang Anda buat.

    Jika Anda mempunyai ilmu yang ingin Anda bagikan, tapi terbatas oleh kesibukan yang lain, inilah opsinya. Kontribusi Anda dalam bidang sosial sebenarnya cukup tinggi jika Anda cara membuat buku.

    Ada 2 alasan utama yaitu apabila membuat buku, otomatis ada hal yang ingin Anda sampaikan dan berharap gagasan Anda dibaca orang lain. Dengan keinginan untuk dibaca itu pula Anda ingin menjalin hubungan dengan orang-orang yang mungkin tidak Anda kenal.

    Jika Anda ingin membuat buku, berarti Anda telah membagi ilmu Anda lebih banyak dari orang yang tidak membuat buku. Ditambah lagi, buku yang Anda buat adalah bentuk keabadian ilmu Anda dengan bentuk fisik yang lain.

    Maka dari itu, salah jika orang beranggapan bahwa orang yang cara membuat buku adalah orang yang sejenis kutu buku, anti-sosial, dan profit oriented.

    Manfaat buku memang sangat besar selain menunjang finansial, akan tetapi itu bukanlah tujuan utama penulis sejati. Tanggung jawablah yang membuat seorang penulis menjadi berkualitas. Semoga bermanfaat dan selamat menulis!
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini