• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    DPRK Dukung Pengembangan Wisata di Aceh Besar

    Oct 8, 2019, 1:30 PM WIB Last Updated 2020-01-23T13:28:05Z
    Aceh Besar - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar mendukung upaya pemerintah mengembangkan objek wisata di Aceh Besar. Pariwisata saat ini menjadi salah satu sumber pemasukan bagi daerah.
    Ketua Fraksi PAN DPRK Aceh Besar Yusran Yunus, MA, mengatakan, pihak legislatif akan menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk membahas masalah pengembangan berbagai objek wisata di daerah tersebut. Yusran melihat, objek wisata menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun selama ini belum dikembangkan secara maksimal.
    "Kami melihat banyak potensi objek wisata di Aceh Besar, baik Air Terjun Peucari, ie suum juga masih banyak objek wisata lainnya," kata Yusran, Selasa (08/10/2019).
    Yusran juga mengklarifikasi isu yang berkembang jika DPRK kerap mencoret anggaran yang diusulkan terkait pengembangan pariwisata. Menurut Yusran, Disparpora mengusulkan anggaran melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kemudian dimasukkan ke Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
    Nah, RKA inilah yang dibahas TAPD dengan DPRK. Selama ini, jelas Yusran, saat pembahasan dengan legislatif, tidak pernah muncul anggaran untuk pengembangan objek wisata. Dia menduga anggaran yang diusulkan Disparpora dicoret TPAD.
    "Dewan tidak pernah mencoretnya justru kami lihat sektor-sektor yang menjanjikan sumber PAD itu anggarannya dicukupkan. Artinya orang dinas mengusulkan ke TAPD untuk diteruskan ke RKA, setelah di RKA itu dibahas sama DPR. Waktu di RKA tidak muncul lagi anggaran itu," jelas mantan Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar ini.
    "Justru yang ada di RKA Disparpora justru saya memperjuangkan apa yang dituangkan dalam RKA dan tidak satupun dicoret, tidak pernah dicoret. Dinasnya ke depan harus mampu meyakinkan TAPD," ungkapnya.
    Menurut Yusran, DPRK siap membuat qanun-qanun yang dibutuhkan terkait pengembangan objek wisata. Dukungan lain yang diberikan pihak legislatif yaitu terkait dengan anggaran. Pihak dinas diminta untuk memasukkan anggaran terkait pengembangan wisata ke dalam anggaran prioritas.
    "DPRK selalu mendukung program-program yang diajukan oleh dinas melalui TAPD. Yang dibahas dewan itu sesuai dokumen RKA," katanya.
    Yusran menyebutkan, di Aceh Besar memiliki berbagai objek wisata yang sudah terkenal di kalangan wisatawan maupun beberapa tempat wisata baru. Masyarakat dari Banda Aceh banyak menghabiskan waktu dengan berwisata ke daerah tersebut seperti di Lhoknga dan Lampuuk.
    Selain itu, juga ada tempat wisata di kawasan Lhoong atau dekat dengan gunung Geuretee. Sejumlah objek wisata di Aceh Besar memiliki pantai dengan pasir putih.
    "Makanya untuk itu kami sangat mendukung pengembangan objek wisata yang lebih bagus," jelas Yusran.
    Meski demikian, Yusran mengharapkan pemerintah daerah untuk membangun fasilitas ibadah di setiap lokasi wisata. Hal ini untuk menggambarkan Aceh sebagai daerah yang memberlakukan syariat Islam.
    "Kita daerah syariat Islam, di lokasi wisata tempat salatnya, wudhu itu yang representatif lah. Jangan kita semboyan kan daerah syariat Islam tapi bagi wisatawan itu mau salat aja susah, mau buang air aja susah," Pungkasnya.[R]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini