• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Geliat Dyah Erti Idhawati Saweu Dayah

    Oct 15, 2019, 12:05 AM WIB Last Updated 2020-01-23T13:14:51Z
    Pidie Jaya - Sinar terik mentari terasa menyengat, tak menyurutkan langkah Wakil Ketua PKK, Dyah Erti Idhawati bersilaturrahmi ke Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kecamatan Ulee Glee, Pidie Jaya, Minggu (13/10/2019).
    Setiba disana, lantunan shalawat badar menggema menyambut kehadiran ibu Plt Gubernur Aceh bersama Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny . Sekitar 2000 santri beserta dewan guru sudah menanti kehadirannya di kompleks dayah tersebut. Adapun kunjungannya kali ini adalah mensosialisasikan bahaya pornografi dan penyakit Tuberculosis (TBC) dengan mengusung tema “generasi muda sehat tanpa pornografi dan bebas tuberkulosis”.
    Kegiatan itu sendiri difasilitasi langsung oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny. Turut hadir sejumlah rombongan lainnya, yaitu Tim PKK Pemerintah Aceh, Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Aceh dan Persatuan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Aceh.
    Dalam sambutannya, Dyah Erti Idhawati mengatakan, sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi-generasi masa depan Aceh bebas dari segala bentuk tindakan berbahaya, seperti bahaya pornografi, pelecehan seksual, kekerasan dan kesehatan terhadap santri.
    Menurutnya, saat ini masih ada sebagian anggapan adanya kecenderungan guru/ustadz dan orangtua bahwa penyuluhan bahaya pornografi maupun penyakit TBC baru penting dilakukan setelah adanya para santri yang menjadi korban. Padahal kegiatan penyuluhan ini sangatlah penting dilakukan secara kontinyu kepada seluruh lapisan masyarakat. Apalagi di lingkungan dayah sangatlah berperan penting, terutama justru sebagai tindakan pencegahan. Tujuannya agar kompleks dayah menjadi role model yang terus berada di garda terdepan dalam mensosialisasikan bahaya pornografi dan penyakit TBC.
    “Sebagai Wakil Ketua PKK Aceh, peran dan kontribusinya sangatlah penting, khususnya dalam melindungi anak-anak sebagai generasi masa depan Aceh. Oleh karena itu, perhatian kita semua sangatlah dibutuhkan, sehingga kondisi Aceh lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Wakil Ketua PKK Aceh, Dyah Erti Idhawati.
    Menurutnya, pelecehan seksual dan ancaman TBC sangat rentan terjadi kapan saja. Apalagi kompleks dayah sebagai tempat keramaian, tidak tertutup kemungkinan akan terjangkit penyakit tersebut. Oleh karena itulah, sosialisai ini sangat perlu dilakukan sebagai tindakan preventif terhadap penularan penyakit tersebut.
    Belum lagi ancaman tuberkulosis yang dapat mengganggu proses belajar dan mengajar, sehingga pasien perlu penanganan dan perawatan khusus secara intensif. Begitu halnya bagi para santri yang menderita TBC akan mudah tertinggal semua mata pelajaran yang diberikan oleh gurunya di dayah.
    “Kita berharap dengan perhatian semua, ke depan kasus-kasus tentang pelecehan seksual dan bahaya tuberkulosis ini bisa kita minimalkan. Kita sangat khawatir kejadian ini bisa berulang, sebab pelaku biasanya adalah korban dari masa lalu. Multiplier effect nya sangat berbahaya sekali” ujar Dyah Erti Idhawati.
    Begitu halnya dengan bahaya pornografi, tambah Dyah Erti lagi, ada ribuan situs-situs tersebut yang mudah diakses melalui perangkat-perangkat smartphone. Oleh karena itu, para santri begitu mudah mengaksesnya dan melihat serta membacanya, sehingga membuat otak mereka kecanduan akan hal-hal yang berbau pornografi. Jika para otak santri terus dirasuki pornografi, maka segala tindakan-tindakan negatif seperti penyimpangan seksual diapastikan akan terjadi dan terus merusak otak mereka untuk berpikir normal.
    Program sosialisasikan ini perlu dilakukan secara komprehensif karena kasus pornografi semakin marak dan menggeliat di kalangan anak-anak dan remaja, sehingga dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga. Oleh karena itu, para santri yang menimba ilmunya di dayah diharapkan dapat menjadi pelopor utama dalam mengkampanyekan bahaya pornografi.
    Ia berharap adanya peran dan kontribusi guru-guru dayah agar senantiasa menjaga santri dari kedua hal tersebut. Salahsatunya seperti batasan penggunaan smartphone, internet dan menjaga kebersihan di lingkungan dayah.
    “Semua pihak memang harus memberikan perhatian dalam mendidik generasi, supaya anak-anak kita bisa konsentrasi penuh dalam menuntut ilmu, tidak terhalang oleh hal-hal yang seharusnya tidak kita inginkan.Aceh Hebat hanya bisa dicapai oleh generasi-generasi Aceh yang Hebat, kita akan berusaha sekuat tenaga dan pikiran agar Aceh ke depan dipenuhi oleh generasi-generasi yang berkualitas,” ujar Dyah Erti Idhawati.
    Sementara itu, pimpinan Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Tgk H Anwar Usman atau yang akrab disapa Abiya Anwar Kuta Krueng mengucapkan terimakasih atas kepedulian ibu Plt Gubernur Aceh beserta jajarannya terhadap Aceh. Menurutnya, peran dan kontribusi Dyah Erti Idhawati merupakan wujud nyata terhadap kepeduliannya terhadap santri sebagai masa depan Aceh. Hal ini sesuai dengan visi-misi Pemerintah Aceh lewat program Aceh Hebat.
    “Ucapan terima kasih tak terhingga kepada pemerintah Aceh yang terus berkontribusi terhadap masa depan santri dayah di Aceh. Ini wujud dan kepedulian nyata pemerintah Aceh terhadap kemaslahatan ummat,” ujar Abiya Anwar.
    Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny. Di hadapan santri, Usamah juga menyampaikan hal serupa bahwa apa yang dilaksanakan hari ini adalah untuk memfasilitasi dan memotivasi para santri, agar menjadi pribadi yang bebas dari ancaman pornografi dan ancaman penyakit TBC. Usamah juga mengapresiasi dan menyambut baik berbagai upaya positif yang dilakukan oleh pihak manapun terhadap perkembangan dayah di Aceh.
    “Saya kira hal ini dapat menjadi inspirasi bagi kalangan dayah agar dapat mencegah kondisi yang ditakutkan ini. Semua kita harus memberikan rasa aman untuk anak-anak kita. Hari ini tentu kita berterimakasih kepada Ibu Dyah serta Tim PKK Pemerintah Aceh, BKMT Aceh dan PPTI Aceh atas sosialisasi yang telah dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada dayah. Semoga anak-anak kita, generasi Aceh ke depan menjadi generasi yang unggul disegala bidang,” tutup Usamah El Madny. []
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini