• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Danramil 02/Padang Tiji Dan Camat Padang Tiji,Tinjau Usaha Maggot

    Fauzal
    Jul 31, 2021, 9:43 AM WIB Last Updated 2021-07-31T06:30:09Z

     

    Camat Padang Tiji Asriadi.S.Sos Bersama Danramil 02/Padang Tiji Lettu Inf Roni Saputra Meninjau Usaha Maggot


    Pidie (wartanad.id) - Dunia budidaya semakin berkembang, banyak teknologi dan inovasi-inovasi baru yang dikembangkan masyarakat, seperti kelompok upaya binaan Budidaya Maggot dikembangkan oleh Sertu Tatok Widianto, Anggota Koramil 02/Padang Tiji,

    melihat para peternak yang sering mengeluarkan biaya lebih untuk pakan ternak mereka mulai membudidayakan maggot sebagai pakan ternak yang kaya manfaat.sabtu (31/7/2021).



    Ditengah pandemi covid-19, Danramil 02/Padang Tiji Lettu Inf Roni Saputra, Bersama Camat Padang Tiji Asriadi.Sos mengatakan 

    permintaan ikan menurun, tidak sepadan dengan harga pakan yang masih tinggi. Rupanya kondisi ini menjadi dasar, kelompok upaya, dalam membudidayakan magot, sebagai alternatif pakan ikan yang murah dan berkualitas.


    Kelompok upaya, membudidayakan magot, yang sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Pasalnya jenis larva ini seringkali ditemui di tempat sampah maupun bekas makanan yang membusuk.


    Magot yang mereka budidayakan ini adalah magot jenis BSF, yang merupakan larva dari lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly. Magot jenis ini memiliki beberapa kelebihan seperti tinggi protein, asam amino, dan antibiotik alami yang berperan membunuh bakteri jahat.


    Selain itu budidaya maggot tergolong murah, karena hanya memerlukan sampah organik sebagai bahan makanannya. Sehingga magot ini sangat cocok sebagai pakan ikan maupun ternak.ucap Lettu Inf Roni Saputra.


    Asriadi melanjutkan mengenai Budidaya maggot ini mampu mensejahterakan para petani ikan dengan menyuplai magot ini ke peternak ikan, dengan kita lihat kondisi sekarang harga bama ikan yang mahal tapi harga ikan turun apalagi kondisi pandemi seperti ini, permintaan sedikit tapi yang panen banyak tentunya para petani ikan banyak yang menjerit ya harga pakannya yang mahal harga jualnya murah” kata asriadi , kepada media ini.


    Kelompok Budidaya Maggot ini berdomisili di Gampong Teungoh Drien Gogo, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Provinsi Aceh, yang merupakan salah satu binaan jika maka ampuh, anak muda punya usaha. 

    Laporan (Fh01)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini