-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Akhiri tugas Kemanusiaan, Suasana Haru warnai perpisahan Prajurit Yonif 115 dengan Warga Tamiang

    Azhar
    Jan 22, 2026, 11:06 AM WIB Last Updated 2026-01-22T04:08:34Z
    Wartanad.Id | Aceh Tamiang – Suasana haru dan penuh emosi mewarnai berakhirnya tugas kemanusiaan Prajurit Macan Leuser dalam membantu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (21/01/2026). Tangis dan pelukan perpisahan menjadi pemandangan yang mengiringi kepulangan para prajurit setelah beberapa hari berada di tengah-tengah masyarakat, membantu pemulihan pascabencana.

    Momen mengharukan tersebut terjadi di wilayah Kuala Simpang, ketika warga bersama para tenaga pendidik melepas kepergian prajurit yang selama masa tanggap darurat hadir tanpa mengenal lelah. Salah seorang guru bahkan tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kepedulian yang telah diberikan.

    Selama menjalankan tugas kemanusiaan, Prajurit Macan Leuser terjun langsung ke lokasi terdampak banjir. Mereka bergelut dengan lumpur, sisa material banjir, serta kondisi medan yang cukup berat. Dengan penuh semangat, para prajurit membersihkan fasilitas umum, rumah ibadah, sekolah-sekolah, jalan utama, hingga saluran air dan gorong-gorong agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

    Kebersamaan yang terjalin antara prajurit dan masyarakat selama masa penanganan bencana menumbuhkan ikatan emosional yang kuat. Tidak hanya bekerja secara fisik, prajurit juga memberikan dukungan moril, menyapa warga, menyemangati anak-anak, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat yang sempat dilanda kecemasan akibat banjir.

    Salah seorang guru SD Negeri 04 Kuala Simpang, Ibuk Supaiah, S.Pd, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas kehadiran TNI di tengah musibah yang mereka alami. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan sangat berarti bagi dunia pendidikan dan pemulihan psikologis anak-anak.

    "Kami sangat terharu dan bersyukur. Prajurit Macan Leuser datang bukan hanya membantu membersihkan sekolah, tetapi juga memberi semangat kepada kami dan anak-anak. Kehadiran mereka membuat kami merasa tidak sendirian menghadapi musibah ini,” ungkapnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang warga Kuala Simpang, Rahmat (45), yang menilai kehadiran TNI telah membawa dampak besar bagi percepatan pemulihan pascabanjir.

    "Kalau tidak dibantu TNI, mungkin sampai sekarang kondisi lingkungan kami masih kotor dan sulit beraktivitas. Mereka bekerja tulus, tanpa pamrih, dan benar-benar dekat dengan rakyat,” ujarnya.

    Tangisan perpisahan yang terjadi menjadi simbol betapa besar arti kehadiran TNI di tengah masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang ditunjukkan Prajurit Macan Leuser meninggalkan kesan mendalam bagi warga Aceh Tamiang, khususnya di wilayah Kuala Simpang.

    Berakhirnya tugas kemanusiaan ini bukanlah akhir dari hubungan yang telah terjalin, melainkan awal dari kenangan serta rasa hormat yang akan terus hidup di hati masyarakat. Aksi nyata Prajurit Macan Leuser kembali membuktikan bahwa TNI selalu hadir untuk rakyat, menjadi pelindung sekaligus sahabat dalam setiap situasi, terutama saat masyarakat menghadapi masa-masa sulit akibat bencana alam.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini