Wartanad.id | Banda Aceh — Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana SIK MH akan menjalani serah terima jabatan (Sertijab) di Mapolda Aceh, Senin (5/1/2026) pukul 09.00 WIB pagi ini. Kegiatan dilanjutkan dengan Pedang Pora dan pisah sambut yang dilaksanakan di Mapolresta setempat, Selasa (6/1/2026) besok.
Kombes Andi yang sebelumnya menjabat sebagai Wadirlantas Polda Aceh, diangkat menjadi Kapolresta Banda Aceh menggantikan Kombes Pol Joko Heri Purwono yang dipromosikan dalam jabatan baru sebagai Dirsamapta Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hal ini berdasarkan Surat Telegram bernomor St/2781 B/XII/KEP/2025 yang ditandatangani AS SDM Polri Irjen Pol Anwar, atas nama Kapolri tertanggal 15 Desember 2025.
Sertijab dipimpin Kapolda Aceh di Mapolda Senin dan Pedang Pora akan dilaksanakan di Mapolresta Selasa ini,” kata Kasi Humas Polresta Banda Aceh, Iptu Erfan Gustiar, Minggu (4/1/2026).
Diketahui, Kapolresta Banda Aceh yang baru, Kombes Andi Kirana merupakan perwira menengah Polri kelahiran Kota Bengkulu. Ia bukan sosok baru, khususnya di Aceh. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2002 ini sudah menempuh pendidikan lanjutan di PTIK dan Sespimmen, serta meraih gelar magister hukum (S2) dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah.
Kariernya menanjak dari jabatan Kapolsek Trumon, Aceh Selatan hingga dipercaya memimpin Polres di berbagai wilayah, termasuk Aceh Barat dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Sebelum menjabat Kapolresta Banda Aceh, Andi Kirana sempat menduduki posisi strategis sebagai Wadirlantas Polda Aceh dan Kapolres Aceh Barat.
Pengalaman panjang di bidang lalu lintas dan reserse narkoba menjadikan dirinya semakin dikenal sebagai perwira. Tak hanya itu, di lingkungan Polresta Banda Aceh, sosok Kombes Andi sudah tidak asing lagi karena pernah menjabat Kapolsek Baiturrahman, serta Kasat Lantas Polresta Banda Aceh.
Ia juga pernah mengikuti pelatihan HAM dan pendidikan pengembangan perwira menengah, memperkuat kapasitasnya dalam menghadapi tantangan keamanan modern. Perwira menengah kelahiran April 1980 itu juga aktif berbahasa Inggris, Aceh, dan Palembang.
Selama bertugas, ia telah menerima sejumlah penghargaan, termasuk Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2014 dan Dharma Nusa pada 2004 silam.

