-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Membela Marwah Pimpinan Daerah adalah Kewajiban Masyarakat yang dipimpinnya.

    Jan 5, 2026, 7:54 PM WIB Last Updated 2026-01-05T12:54:45Z
    Wartanad.id - Banda Avceh - Akhir akhir ini beredar Podcast dan tulisan tulisan dari Pengamat Politik yang menjatuhkan harkat dan martabat seorang Bupati, sungguh sangat disayangkan pendapat pendapat pemngamat tersebut justru disebarluaskan oleh masyarakat nya sendiri. Pendapat para pengamat sangat jelas sangat tendensius yang berbau kebencian dan mengarah pada pembunuhan karakter seseorang.sebut Salah seorang putra daerah Aceh selatan Nasruddin Bahar

    Nasruddin bahar menjelaskan,Jika ditelusuri kesalahan yang diperbuat oleh HMW selaku Bupati Aceh Selatan tidak seimbang dengan hukuman yang diterima, Berdasarkan informasi yang diterima dari sumber terpercaya dimana izin umroh sudah dilayangkan kepada Gubernur Aceh jauh sebelum peristiwa banjir bandang tanggal 24 November 2025. 

    Ia menambahkan,Ketika peristiwa banjir yang menimpa kecamatan trumon Bupati HMW sudah melakukan tugas nya sebagai Pimpinan Daerah, dalam Video yang beredar Bupati dan Muspida bahu membahu mencari jalan keluar dengan memberikan bantuan masa panik dll. Setelah beberapa hari setelah dinilai air sudah mulai menyusut dan para pengungsi sudah banyak yang pulang kerumah masing masing maka disaat itulah HMW mengambil keputusan berangkat umroh dengan alasan surat izin dari Gubernur pasti diberikan. Ternyata sesampainya di tanah suci didapat khabar Gubernur Aceh tidak mengeluarkan izin Pimpinan Daerah ke Luar Negeri.

    Berhubung suasana Aceh saat itu tidak menentu khabar tentang bencana banjir terus meluas sampai ke Luar Negeri. Suasan semakin panik ada beberapa Kabupaten di Aceh terdapat beberapa desa tenggelam dan hanyut tak tersisa dibawa banjir. Nah..saat itulah berita Bupati Aceh Selatan ke Luar Negeri tanpa izin ditulis besar besar sehingga menjadi viral di media sosial, banyak netizen marah dan menghujat HMW sampai pada puncaknya Presiden Prabowo mencopot HMW dari ketua Partai Gerindra Kabupaten Aceh Selatan.

    Hujatan para netizen disatu sisi masih dimaklumi karena meraka tidak tahu peristiwa sesungguhnya, Aceh tidak semua Kabupaten terkena banjir parah termasuk Aceh Selatan dalam beberapa hari keadaan sudah normal kembali. Sekarang malah masyarakat yang terkena langsung di kecamatan Trumon dan Bakongan mengharapkan HMW kembali secepatnya memimpin Kabupaten Aceh Selatan.tutur Nasruddin bahar

    Setalah peristiwa yang menghebohkan dunia maya akhirnya HMW minta maaf secara terbuka tanpa melakukan pembenaran, HMW secara tulus dan ikhlas meminta maaf. Tidak cukup dengan permohonan maaf saja akhirnya Menteri Dalam Negeri menjatuhkan sanksi berat berupa Non Aktif selama 3 bulan, selama 3 bulan HMW magang di kantor Kementrian Dalam Negeri dengan mengikuti beberapa modul kepemimpinan dan wawasan Nusantara.

    Jika dicermati kesalahan HMW tidak seperti yang dikembangkan orang orang tertentu, HMW bukan pelaku Narkoba, bukan Asusila, bukan Korupsi sehingga tidak adil jika HMW dijustifikasi bersalah seperti teroris atau desertir dalam tugas militer. Selaku masyarakat Aceh Selatan wajib menjaga marwah pipimpinannya bukan malah sebaliknya membiarkan orang luar menghujat dan menghina Bupatinya secara brutal dan membabi buta. Anehnya mereka yang mengaku atau disebut tokoh poltik yang berasal dari dunia akademisi malah mengeluarkan kata kata kotor yang tidak edukatif dan mendidik.

    Terlepas dari kesalahan yang sudah diperbuat oleh seorang Pimpinan apalagi secara undang undang sudah diberikan sanksi maka sudah sepatutnya masyarakat Aceh selatan membela marwah pimpinan nya minimal jika tidak sepakat atau beda pilihan politik lebih baik bersikap diam saja.tutup Nasruddin bahar
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini