-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh dikerjakan Perusahaan Karya Milik BUMN nilainya mencapai 1,5 Trilyun, Kontraktor Lokal gigit jari.

    Jan 23, 2026, 5:51 PM WIB Last Updated 2026-01-23T10:51:38Z
    Koordinator Transparansi Tender Indonesia TTI Nasruddin Bahar,Melalui siaran pers nya (23/01/26] , menyorot tajam Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh terdiri dari dua wilayah masing masing Pembangunan Sekolah Rakyat 1 senilai Rp.782,299 Milyar dimenangkan PT.Pembangunan Perumahan Persero lokasi Lhokseumawe, Aceh Besar dan Bireun. Pembangunan Sekolah Rakyat II wilayah Nagan Raya, Subulussalam dan Aceh Singkil dimenangkan oleh PT.Waskita Karya Persero Nilai Penawaran Rp.757,523 Milyar.

    Ia menjelaskan,Transparansi Tender Indonesia TTI mendesak PPK Permukiman Strategis Kementrian PUPR menampung aspirasi kontraktor lokal, Selama ini Perusahaan BUMN menjadikan Kontraktor lokal sebagai pekerja bukan sub kontrak jika dibuat sub kontrak harga HPS yang dibuat sangat murah sehingga mereka hanya seperti mandor proyek saja tidak ada lagi keuntungan.

    Sambungnya,TTI mendesak Kabalai Permukiman Provinsi Aceh membuka kesempatan sebesar besarnya kepada kontraktor lokal jangan sampai terjadi bisnis didalam toko ada kios , para petinggi BUMN berbisnis dengan rekanan lokal. 

    Jika ditinjau dari aturan tender menyatukan Paket pekerjaan untuk mempersempit usaha kecil dan menengah ikut bersaing dilarang. Dalam Perpres 12 tahun 2021 Tendang Pengadaan barang dan jasa dan Perka LKPP Nomor 12 Tahun 2021 tentang pedoman pelaksana pengadaan barang dan jasa melalui penyedia juga disebutkan secara khusus dilarang menyatukan paket dengan tujuan menghambat usaha kecil dan menengah. Jika paket pekerjaan Pembangunan Sekolah Rakyat tidak digabungkan maka kontraktor lokal yang punya perusahaan Menengah dan Besar bisa ikut bersaing ketika dinilai Pengalaman Kerja. Jika paket tersebut dipecahkan menjadi Rp.250 Milyar misalnya maka Perushaan yang punya pengalaman Rp.82 Milyar sudah bisa ikut tender.ucap Nasruddin bahar

    Jika Perusahaan BUMN dibiarkan bebas mengerjakan paket paket besar maka selama itu pula Kontraktor Lokal tidak berdaya. Jika dilihat dari harga penawaran pemenang tender sudah diatur buktinya mereka hanya buang Rp.2 Milyar dari Rp.750 Milyar HPS.tegas Nasruddin Bahar
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini