-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Sekda Aceh Dorong Pemanfaatan Bahan Baku Lokal pada Program MBG

    Azhar
    Jan 22, 2026, 6:03 PM WIB Last Updated 2026-01-22T12:00:36Z

    Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA menggelar rapat koordinasi (rakor) penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Aceh, Koordinator Wilayah MBG serta para Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG kabupaten/kota, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur, Kamis, 22 Januari 2026.


    Wartanad.Id | Banda Aceh - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menegaskan pentingnya pemanfaatan bahan baku lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh. 


    Hal tersebut disampaikan saat rapat koordinasi penyelenggaraan MBG bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Aceh dan Koordinatnor Wilayah MBG serta Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG kabupaten/kota, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis, 22 Januari 2026.


    Nasir menyebutkan, hingga kini ratusan dapur MBG telah terbentuk dan jumlahnya terus bertambah. Jika seluruh target lebih dari 900 dapur terealisasi, maka sekitar Rp7 triliun anggaran akan beredar melalui program tersebut.


    Menurutnya, potensi besar ini harus dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi daerah dengan memastikan belanja bahan baku dilakukan di Aceh, bukan justru bergantung pada pasokan dari luar provinsi.


    “Distribusi harus lancar, tapi yang lebih penting stok bahan baku tersedia di daerah. Jangan sampai beli ke luar Aceh,” kata Nasir.


    Ia menegaskan, apabila minimal 70 persen kebutuhan bahan baku dapur MBG dibelanjakan di Aceh, maka sekitar Rp5 triliun dana akan berputar di dalam daerah dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.


    Untuk itu, Nasir meminta pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab memastikan ketersediaan pasokan bahan baku di wilayah masing-masing. Ia juga menginstruksikan agar dinas teknis dikerahkan guna mendorong masyarakat meningkatkan produksi, baik melalui penanaman sayur-mayur maupun pengembangan peternakan.


    “Ini bukan cerita kosong, uangnya sudah ada di MBG,” tegasnya.


    Dengan optimalisasi belanja bahan baku lokal, Sekda Aceh optimistis program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah dan menekan angka kemiskinan di Aceh. []

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini