-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Swasta Perbanyak Serap Tenaga kerja

    Mar 5, 2026, 7:29 PM WIB Last Updated 2026-03-05T12:29:11Z
    Wartanad.id - Banda Aceh - Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mendorong perusahaan swasta untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja guna menekan angka pengangguran di ibu kota provinsi tersebut. Ia juga meminta pihak perbankan memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi pengusaha pemula.

    Mari Kita Ramaikan Penutupan Aceh Ramadhan Festival Dan Malam Nuzulul Qur’an Di Masjid Raya Baiturrahman Aceh
    Hal itu disampaikan Irwansyah saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama sejumlah perusahaan swasta dalam pembahasan optimalisasi peningkatan keterampilan pelaku usaha untuk mengurangi pengangguran di Banda Aceh, Selasa (3/3/2026) di Gedung DPRK Banda Aceh.

    Menurut Irwansyah, tingginya angka pengangguran di Banda Aceh merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah kota, DPRK, serta pihak swasta.
    “Untuk menekan pengangguran, pihak swasta harus ikut berkontribusi karena sektor inilah yang saat ini memiliki kemampuan lebih besar dalam menyerap tenaga kerja,” ujar politisi muda dari PKS tersebut.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM yang dinilai mampu membuka lapangan kerja serta melahirkan wirausahawan muda.
    Namun demikian, Irwansyah menilai masih terdapat kendala bagi pengusaha pemula dalam mengakses pembiayaan perbankan. Karena itu, ia meminta bank-bank yang beroperasi di Banda Aceh untuk memberikan kelonggaran syarat pembiayaan.

    “Selama ini untuk mendapatkan pembiayaan KUR harus sudah memiliki pengalaman usaha. Pertanyaannya, bagaimana seseorang bisa memiliki pengalaman jika mereka baru akan memulai usaha,” katanya.

    Irwansyah juga menyoroti adanya kondisi paradoks di Banda Aceh. Meskipun penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan cukup besar, angka pengangguran belum menunjukkan penurunan signifikan.
    Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, Bank Aceh telah menyalurkan KUR sebesar Rp1,5 triliun ke seluruh Aceh, sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) menyalurkan sekitar Rp3 triliun. Namun, realitas di lapangan menunjukkan angka pengangguran masih tinggi.

    Ia mempertanyakan efektivitas penyaluran KUR terhadap pengembangan UMKM dan pertumbuhan dunia usaha.
    “Banyak UMKM di Banda Aceh yang masih stagnan dan belum naik kelas. Ini perlu kita evaluasi bersama,” ujarnya.

    Selain itu, Irwansyah menilai Banda Aceh saat ini telah berkembang sebagai kota jasa dan UMKM. Karena itu, ia mendorong pihak perbankan juga menyalurkan pembiayaan ke sektor ekonomi kreatif seperti konten kreator, pelaku perfilman, dan jasa kreatif lainnya.

    Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Aceh, Rahmad Faisal, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki 12 jurusan pelatihan tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Beberapa di antaranya meliputi pelatihan tukang las, barista, hingga pembuatan kue yang saat ini cukup diminati.

    Namun, berdasarkan catatan BPVP, dari banyaknya lulusan yang dilatih, hanya sebagian kecil yang berhasil terserap di dunia kerja, sementara sebagian lainnya tidak diketahui perkembangan selanjutnya.

    “Kami terus meningkatkan kualitas pelatihan dengan program yang lebih modern serta pemberian sertifikasi kepada para peserta,” kata Rahmad.

    Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh, M Zidan Al Hafidh, menambahkan bahwa sejumlah usaha potensial di Banda Aceh perlu mendapatkan pendampingan agar mampu berkembang dan naik kelas.

    Ia juga menyoroti karakter generasi muda, khususnya Gen Z, yang memiliki akses informasi luas namun sering kali tidak mendalam. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi tantangan di dunia kerja maupun usaha.

    Di sisi lain, sejumlah pelaku usaha di Banda Aceh, khususnya dari sektor perhotelan, mengakui masih ada aspek yang perlu ditingkatkan dari tenaga kerja muda, seperti kegigihan, loyalitas, dan kemampuan hospitality. Bahkan, menurut mereka, hal sederhana seperti membiasakan senyum kepada pelanggan masih menjadi tantangan bagi sebagian tenaga kerja.

    Menutup RDPU tersebut, Irwansyah mengingatkan bahwa setiap tahun perguruan tinggi meluluskan ribuan alumni, namun daya serap tenaga kerja masih terbatas.[]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini