Petugas Lapas Kelas III Labuha melakukan pengawasan aktivitas warga binaan serta pemeriksaan keamanan di area Pintu Pengamanan Utama guna memastikan situasi lapas tetap aman dan kondusif.(7/3/2026)
LABUHA – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lembaga pemasyarakatan terus menjadi prioritas utama jajaran petugas. Hal ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan pengamanan dan pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha yang berlangsung secara intensif sepanjang Sabtu, 7 Maret 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari laporan atensi pimpinan yang ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara sebagai bentuk pelaporan situasi keamanan serta langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam lapas.
Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 8 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keamanan dan Ketertiban pada Satuan Kerja Pemasyarakatan, serta Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-416.PK.01.04.01 Tahun 2015 tentang Standar Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban di Lapas dan Rutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta perintah langsung Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat sistem pengamanan di seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan.
Kegiatan pengamanan di Lapas Kelas III Labuha dimulai sejak pukul 06.00 hingga 18.00 WIT dengan melibatkan dua regu pengamanan yang bertugas secara bergantian, yakni regu pengamanan pagi dan regu pengamanan siang. Masing-masing regu terdiri dari empat petugas yang meliputi satu komandan jaga, satu petugas Pintu Pengamanan Utama (P2U), serta dua petugas pos lingkungan.
Dengan kekuatan personel yang lengkap, para petugas menjalankan berbagai kegiatan pengawasan dan pengamanan secara terstruktur guna memastikan seluruh aktivitas di dalam lapas berjalan aman dan tertib.
Berdasarkan data penghuni, Lapas Kelas III Labuha memiliki kapasitas sebanyak 103 orang. Saat ini jumlah penghuni tercatat sebanyak 105 orang, dengan rincian 80 warga binaan berada di dalam lapas dan 25 orang lainnya menjalani program asimilasi luar tembok.
Sepanjang hari, petugas melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan pengamanan dan pembinaan, dimulai dari kontrol blok kamar hunian serta pemantauan lingkungan sekitar lapas, termasuk area brandgang dan blok hunian untuk memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan.
Petugas juga melaksanakan serah terima tugas pengamanan (astekpam) dari regu malam kepada regu pagi, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pengawasan di Pintu Pengamanan Utama (P2U). Pada area ini, petugas melakukan pemeriksaan badan dan barang bagi setiap orang maupun barang yang melintasi pintu utama lapas guna mencegah masuknya barang-barang terlarang.
Selain itu, kegiatan penitipan dan pemeriksaan barang juga dilakukan secara ketat sebagai bagian dari prosedur standar pengamanan lapas.
Dalam rangka menumbuhkan rasa nasionalisme, setiap pagi juga dilaksanakan pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan karakter serta penanaman nilai-nilai kebangsaan bagi para warga binaan.
Selanjutnya, petugas melaksanakan apel pengeluaran warga binaan yang mengikuti program asimilasi luar tembok sebelum mereka melaksanakan kegiatan di luar lapas.
Pengawasan kegiatan ibadah juga menjadi perhatian penting. Bagi warga binaan yang beragama Kristen, petugas melakukan pengawasan pelaksanaan ibadah di gereja. Sementara bagi warga binaan muslim, kegiatan pengajian rutin serta pelaksanaan ibadah salat berjamaah di masjid juga diawasi secara langsung oleh petugas.
Di sisi lain, kegiatan pembinaan kemandirian juga tetap berjalan melalui program ketahanan pangan. Para warga binaan terlibat dalam kegiatan penanaman sayuran baik di dalam maupun di luar area lapas yang diawasi secara langsung oleh petugas.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemandirian warga binaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, petugas juga memastikan distribusi jatah makan bagi warga binaan berjalan lancar. Pembagian makanan dilakukan tiga kali sehari, yakni pada pagi, siang, dan malam hari sesuai dengan standar pelayanan pemasyarakatan.
Pada siang hari, kegiatan pengamanan dilanjutkan dengan serah terima tugas dari regu pengamanan pagi kepada regu pengamanan siang. Setelah itu, warga binaan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan olahraga di lapangan olahraga dalam lapas dengan tetap berada dalam pengawasan petugas.
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan pengamanan, pengawasan, dan pembinaan di Lapas Kelas III Labuha berlangsung dengan baik. Situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga, sarana dan prasarana dalam kondisi baik, serta jumlah penghuni lapas berada dalam pengawasan yang optimal.
Pelaksanaan kegiatan ini juga selaras dengan perintah harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam implementasi nilai “Panca Carana Laksya Pemasyarakatan”. Prinsip tersebut menekankan pentingnya pengamanan dan pengamatan yang berjalan efektif serta terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Selain itu, seluruh jajaran pemasyarakatan juga berkomitmen untuk mewujudkan organisasi yang bersih dan terbebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba maupun praktik pungutan liar.
Melalui langkah-langkah deteksi dini yang terus dilakukan, diharapkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas dapat diminimalisir sejak awal.
Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, dalam laporannya menegaskan bahwa koordinasi antar bidang akan terus diperkuat guna memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib. Setiap perkembangan situasi juga akan terus dilaporkan kepada pimpinan sebagai bagian dari sistem pengawasan berjenjang di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan sinergi dan kedisiplinan petugas, Lapas Kelas III Labuha diharapkan dapat terus menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjalankan fungsi pembinaan bagi warga binaan secara optimal.(**)

