-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Bantuan Dikatakan Sudah Disalurkan, Lumpur Masih Tersisa di Mutiara Timur Pidie

    Fauzal
    Apr 29, 2026, 7:41 PM WIB Last Updated 2026-04-29T12:49:26Z

    Bantuan Dikatakan Sudah Disalurkan, Lumpur Masih Tersisa di Mutiara Timur ( Jojo) Kabupaten Pidie. (Foto Dokumentasi Wartanad.id)


    Pidie ( Wartanad.id) - Beberapa bulan pasca banjir yang melanda Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, proses pemulihan masih belum sepenuhnya tuntas. Di sejumlah titik, khususnya di kawasan Gampong Jojo hingga Adan menuju arah Kembang Tanjong, rumah dan halaman warga masih tertimbun lumpur. Rabu ( 29/04/2026)


    Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat berbagai bantuan dan program penanganan pascabanjir telah digulirkan oleh pemerintah, baik dari pusat maupun daerah.


    Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diketahui telah menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah kepada warga terdampak di Kabupaten Pidie.


     Bantuan tersebut diberikan dengan kategori kerusakan, yakni sebesar Rp30 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan.


    Selain itu, bantuan sosial dari Kementerian Sosial juga turut disalurkan untuk mendukung pemulihan masyarakat, mencakup kebutuhan dasar, jaminan hidup, hingga dukungan hunian sementara.


    Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Pidie melalui BPBD juga mengalokasikan anggaran penanganan bencana, baik melalui belanja tidak terduga (BTT) maupun program rehabilitasi dan rekonstruksi untuk pembersihan lingkungan serta pemulihan infrastruktur.


    Menanggapi kondisi yang masih terjadi di lapangan, Ir. Ali Basyah.SY.SE,MM, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Pidie menegaskan bahwa upaya penanganan telah dilakukan secara bertahap sejak awal pascabencana.


    “Perlu kami tegaskan bahwa penanganan dampak banjir di Kecamatan Mutiara Timur sudah kami lakukan sejak awal.


     Kami telah melaksanakan pendataan terhadap warga terdampak, melakukan pembersihan lumpur, serta menjalankan program rehabilitasi rumah bagi warga yang mengalami kerusakan,” ujarnya.


    Ia menjelaskan, proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara instan karena berbagai kendala teknis di lapangan.

    “Wilayah terdampak cukup luas, ditambah keterbatasan alat berat dan akses di beberapa titik yang sulit. 


    Namun penanganan terus berjalan dan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas,” jelasnya.


    Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh wilayah terdampak tetap menjadi perhatian dan penanganan akan terus dilanjutkan hingga kondisi benar-benar pulih.


    “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan, dan memastikan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal,” tegasnya.



    Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah dalam penanganan pascabanjir, khususnya terkait pembersihan lumpur yang belum sepenuhnya tertangani di beberapa wilayah.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini