-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Dandim 0102/Pidie dan Muspida Resmikan SPPG Paru Keude, Uji Komitmen Nyata Penanganan Gizi di Pidie Jaya

    Fauzal
    May 4, 2026, 3:02 PM WIB Last Updated 2026-05-04T08:27:49Z

     

    Dandim 0102/Pidie dan Muspida Resmikan SPPG Paru Keude Kabupaten Pidie Jaya, Uji Komitmen Nyata Penanganan Gizi di Pidie Jaya. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)


    Pidie Jaya ( Wartanad.id) — Di tengah masih mengemukanya persoalan gizi dan stunting di daerah, peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paru Keude 04 Yayasan Manunggal Kartika Jaya menjadi langkah strategis yang diharapkan tidak sekadar seremonial. Fasilitas tersebut diresmikan oleh Dandim 0102/Pidie Letkol Inf. Abdul Hadi, S.Sos bersama unsur Muspida Kabupaten Pidie Jaya di Desa Paru Keude, Kecamatan Bandar Baru, Senin (04/05/2026).



    Kegiatan ini turut dihadiri oleh para unsur Muspida kabupaten Pidie Jaya, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, SKp, MP yang mewakili Bupati, perwakilan Kapolres Pidie Jaya AKP Mahyudin, unsur Muspika Bandar Baru, Koordinator Wilayah SPPG Pidie Jaya Muhammad Ahlul Udzri, Kepala SPPG Mardani, serta tokoh masyarakat setempat.



    Rangkaian acara berlangsung khidmat, dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Hymne Aceh, hingga prosesi adat peusijuek (tepung tawar) sebagai simbol harapan akan keberkahan dan keberlanjutan program.



    Dalam sambutannya, Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi S. Sos.,menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi.



    “Generasi yang kuat lahir dari masyarakat yang sehat. Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan, bukan hanya dibangun lalu ditinggalkan,” tegasnya.



    Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, tanpa keterlibatan aktif masyarakat dan sinergi antarinstansi, program pemenuhan gizi berpotensi tidak berjalan optimal.


    Senada dengan itu, Bupati Pidie Jaya melalui Sekda Dr. Munawar Ibrahim memberikan apresiasi kepada Yayasan Manunggal Kartika Jaya. Ia menyebut kehadiran SPPG sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan serius di bidang gizi, khususnya upaya menekan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah daerah.


    “Ini bukan hanya fasilitas pelayanan, tetapi juga pusat edukasi. Tantangan kita bukan sekadar menyediakan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar memahami dan memanfaatkan layanan ini,” ujarnya.


    Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan SPPG akan sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan, transparansi, serta konsistensi program dalam jangka panjang. Pemerintah daerah, katanya, membuka ruang kolaborasi dan mengajak semua pihak untuk terlibat aktif.


    Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut, namun berharap agar layanan benar-benar menjangkau kelompok rentan dan tidak terbatas pada kegiatan simbolik semata.


    Peresmian SPPG Paru Keude 04 ini diharapkan menjadi titik awal penguatan layanan gizi berbasis masyarakat di Pidie Jaya. Namun tantangan implementasi, mulai dari kesadaran masyarakat hingga kesinambungan anggaran dan operasional, akan menjadi ujian nyata ke depan.


    Acara ditutup dengan doa bersama, mengiringi harapan agar fasilitas ini tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga berfungsi optimal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini