-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Pemuda Beutong Ateuh Banggalang Bantah Pernyataan ESDM, Tegaskan Penolakan Tambang Demi Menjaga Alam dan Sejarah Aceh

    May 27, 2026, 8:09 AM WIB Last Updated 2026-05-27T01:09:20Z
    Wartanad.id - Beutong - Pemuda Beutong Ateuh Banggalang, Ismail Zed, membantah pernyataan pihak ESDM yang mempertanyakan alasan masyarakat menolak aktivitas pertambangan di wilayah Beutong Ateuh Banggalang setelah izin diterbitkan.

    Menurutnya, penolakan masyarakat bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari sejarah panjang, luka kemanusiaan, serta kekhawatiran terhadap ancaman kerusakan lingkungan dan hilangnya nilai sejarah Aceh di kawasan pegunungan Beutong.

    “Beutong bukan sekadar tanah yang dipandang melalui kandungan mineral dan investasi. Tanah ini adalah tanah sejarah, tanah perjuangan, dan tanah yang masih menyimpan luka,” ujar Ismail Zed kepada media.

    Ia menjelaskan bahwa Beutong Ateuh Banggalang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan Aceh, termasuk kisah perjuangan Cut Nyak Dhien. Kawasan pegunungan Beutong disebut sebagai salah satu tempat bertahan terakhir Cut Nyak Dhien sebelum ditangkap Belanda dan diasingkan ke Pulau Jawa.

    Selain itu, wilayah tersebut juga masih menyimpan luka pelanggaran HAM masa lalu, termasuk tragedi pembunuhan ulama Aceh Tgk. Bantaqiah bersama para santri dan masyarakat sipil pada tahun 1999.
    Karena itu, menurut Ismail Zed, masyarakat menolak investasi pertambangan demi menjaga agar alam, sejarah, dan warisan leluhur Beutong tidak hilang ditelan zaman akibat eksploitasi tambang.

    “Kami bukan anti pembangunan, tetapi kami tidak ingin sejarah perjuangan Aceh dan tanah warisan leluhur dirusak atas nama investasi,” katanya.

    Ia juga menyoroti kondisi masyarakat pasca banjir bandang yang melanda kawasan Beutong beberapa waktu lalu. Banyak warga disebut masih hidup dalam kesulitan akibat rusaknya rumah dan kebun, sementara perhatian pemerintah dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

    Dalam kondisi tersebut, rencana pertambangan dinilai justru menambah keresahan masyarakat karena dikhawatirkan memperparah kerusakan lingkungan di wilayah hulu.

    Ismail Zed meminta pihak ESDM agar tidak hanya menyampaikan pernyataan melalui media, tetapi datang langsung ke Beutong Ateuh Banggalang untuk mendengar suara masyarakat.
    “Datanglah ke Beutong dan dengarkan langsung suara rakyat. Jangan hanya mendengar pihak luar yang melihat Beutong sebagai lahan investasi semata,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan agar Beutong Ateuh Banggalang tidak dijadikan “lahan percobaan” atas nama pembangunan dan investasi.

    Di akhir pernyataannya, Ismail Zed menyampaikan pesan tegas dari masyarakat Beutong Ateuh Banggalang terkait penolakan tambang di wilayah mereka.

    “Kami masyarakat Beutong Ateuh Banggalang sudah siap dengan apa pun yang akan terjadi apabila tanah kami dipaksakan untuk pertambangan. Walaupun nyawa menjadi taruhannya, kami akan tetap mempertahankan tanah leluhur, sejarah, dan alam kami,” tutupnya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini