Muhammad Harris Siap Kembali Mengabdi di Kabupaten Pidie, Pengalaman Birokrasi di Jambi Jadi Modal Perkuat Reformasi Pemerintahan. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE | Wartanad.id – Nama Muhammad Harris, S.STP., M.Si. menjadi salah satu figur yang menyita perhatian dalam proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Kabupaten Pidie Tahun 2026.
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini masih mengabdi di Pemerintah Kota Jambi tersebut berhasil masuk dalam tiga besar pada dua jabatan strategis sekaligus. Senin (20/07/2026)
Berdasarkan hasil seleksi panitia, Muhammad Harris lolos sebagai tiga besar untuk formasi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Pidie serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pidie.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan kapasitas, pengalaman, dan kompetensi yang dimilikinya dalam bidang pemerintahan.
Bagi kalangan birokrasi di Kabupaten Pidie, Muhammad Harris bukan sosok baru. Sebelum melanjutkan kariernya di Provinsi Jambi, ia pernah mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie dan dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.
Pengalaman itu membuatnya memahami karakter birokrasi daerah, tata kelola pemerintahan, hingga berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten Pidie.
Saat dimintai tanggapan terkait hasil seleksi tersebut, Muhammad Harris menegaskan bahwa dirinya siap menerima amanah apabila dipercaya oleh Bupati Pidie.
"Sebagai ASN, saya siap ditempatkan di mana pun negara membutuhkan. Jika diberikan amanah untuk kembali mengabdi di Kabupaten Pidie, tentu saya siap memberikan kemampuan dan pengalaman terbaik demi kemajuan daerah serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ujar Muhammad Harris.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan karena mencerminkan komitmen seorang aparatur negara yang siap kembali membangun daerah asalnya dengan bekal pengalaman yang diperoleh selama bertugas di luar Aceh.
Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang semakin dinamis, Pemerintah Kabupaten Pidie dinilai membutuhkan pemimpin perangkat daerah yang tidak hanya memahami administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, mempercepat transformasi digital, memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pengalaman Muhammad Harris selama bertugas di Pemerintah Kota Jambi dipandang menjadi nilai tambah yang dapat memperkaya perspektif birokrasi di Kabupaten Pidie. Pengalaman lintas daerah diyakini mampu menghadirkan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan organisasi pemerintahan, pengembangan sumber daya manusia aparatur, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, hasil seleksi administrasi dan uji kompetensi belum menjadi penentu akhir. Sesuai mekanisme Seleksi Terbuka JPT Pratama, panitia seleksi hanya menyerahkan nama-nama yang masuk tiga besar kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
Selanjutnya, keputusan mengenai pejabat yang akan dilantik sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Pidie sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kini, masyarakat Kabupaten Pidie menantikan keputusan akhir tersebut. Apakah Muhammad Harris akan kembali meninggalkan Jambi untuk mengabdikan diri di tanah kelahirannya, atau amanah itu akan diberikan kepada kandidat lainnya.
Apa pun hasilnya, proses Seleksi Terbuka JPT Pratama Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan kepemimpinan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan Kabupaten Pidie di masa mendatang.
(Redaksi Wartanad.id)



