-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Investigasi TTI :Pola Nilai Seragam 5 vendor besar kuasai paket Rp.74 Milyar pada Dinas Pendidikan Aceh.

    Jun 14, 2026, 8:31 PM WIB Last Updated 2026-06-14T13:34:24Z
    Wartanad.id - Banda Aceh - Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI)Nasruddin Bahar mengatakan,(14/06) menelusuri Paket Paket Pengadaan pada Dinas Pendidikan Aceh Tahun Anggaran 2026 berdasarkan data yang muncul pada sistem SiRUP LKPP Belanja Pengadaan pada Dinas Pendidikan Aceh mencapai Rp.589.353.227.602. Jika dilihat dari porsi anggaran Dinas Pendidikan Aceh mengelola Anggaran Rp.3,234 Trilyun menduduki rangking satu dibandingkan SKPA lainnya.

    Nasruddin menjelaskan,Dari Rp.589.353.227.602 diperkirakan Rp.250 Milyar terhubung dengan Pokir Dewan (perkiraan) bisa jadi lebih karena pihak Dinas Pendidikan Aceh tidak bersedia memberikan keterangan resmi sehingga publik dapat memprediksi diharapkan dengan dimuatnya berita ini pihak Dinas Pendidikan bersedia memberikan data Pokir yang sebenarnya.

    Berikut kita focus pada transaksi mencurigan yang berpotensi melawan hukum yang dalam istilah auditor disebut Red Flag. Puluhan transaksi atau kegiatan di Dinas Pendidikan Aceh termasuk dalam Red Flag, misalnya berupa pengulangan nama paket, dominasi penyedia tertentu dan keseragaman proyek lintas wilayah.ucap Nasruddin Bahar

    Sambungnya,Nilai Proyek Berulang dengan perhitungan seragam, nilai yang muncul terlihat identik atau sangat mirip di berbagai lokasi diantaranya terdapat bebarapa transaksi yang sama misalnya nilai Rp.524 jutaan, Rp.982 jutaan. Rp.1,08 Milyar hingga paket yang mendekati 1 Milyar. Nilai nilai tersebut muncul pada pengadaan komputer, alat praktek siswa,hingga perangkat pembelajaran berbasis Teknologi.

    TTI menemukan Vendor pemenang paket berulang, disini kami laporkan 11 vendor yang mendominasi paket pengadaan pada dinas Pendidkan Aceh :
    1. KREASI PINTAR INDONESIA 29 PAKET TOTAL RP.19,845.746.608.
    2.KERJA KREASI NUSANTARA 26 PAKET Total Rp.19.631.808.288.
    3. BERDIKARI SIERA TEKNOLOGI 18 Paket Total Rp.14.840.559.889
    4.COMPLUS SISTEM SOLUSI 18 Paket Total Rp.8.609.819.997
    5. SOLUSI KERJA CERDAS. 11Paket Total Rp.13.172.965.005
    6. META DATA SOLUSI 8 Paket Total Rp.16.392.837.390
    7. GENERASI MANDIRI TEKHNOLOGI 9 Paket Total Rp.6.892.370.024
    8. FARAS SINERGI NUSANTARA 8 Paket Total Rp.3.036.796.465
    9. ELIFE DIGITAL SISTEM 8 Paket Total Rp2.798.037.357
    10. MULTI KARYA BERKAT 7 Paket Total Rp.6.874.000.000
    11. BHAKTI SELARAS INDONESIA 7 Paket Total Rp.3.148.805.391

    Jika dilihat dari vendor yang paling dominan adalah :
    1. KREASI PINTAR JNDONESIA
    2. KERJA KREASI NUSANTARA
    3. BERDIKARI SERA TEKNOLOGI
    4.COMPUS SISTEM SOLUSI
    5.SOLUSI KERJA CERDAS

    TTI menilai pola ini perlu dicermati karena harga yang seharusnya mempertimbangkan kondisi lokasi dan kebutuhan spesifik. Perhitungan identik berulangdapat menunjukan pendekatan templet, bukan analisa kebutuhan riil.tutur Nasruddin Bahar

    Kosentrasi Vendor dalam banyak paket, TTI mencatat adanya sejumlah vendor yang berulang kali muncul dibanyak proyek, terutama pada pengadaan berbasis epurchasing. Konsentrasi ini dianggap penting untuk ditelusuri karena dalam prinsip pengadaan kompetisi harus terbuka, pilihan vendor harus berbasis pembandingan, dan tidak boleh terkunci pada penyedia tertentu saja.

    Proyek Teknologi yang diduga direplikasi adalah Paket Komputer TKA/ANBK, Perangkat Artificial Inteligence dan Coding serta alat laboratorium dan alat praktek siswa. Puluhan dan ratusan paket dengan tema tersebut tersebar diberbagai Kabupaten Kota. Pertanyaannya apakah perhitungan kebutuhan dihitung secara mandiri atau proyek direplikasi dengan spesifikasi yang sama di berbagai lokasi.

    Anomali data PDN ditemukan Nol menjadi pertanyaan apakah pengadaan barang seluruhnya produk impor sehingga pada kolom isian Produk Dalam Negeri tidak di isi alias Nol dan ini perlu atensi dari auditor dan APIP. TTI menilai pelaksana kegiatan tidak teliti sehingga banyak kegiatan ditemukan copy paste.

    Mayoritas Proyek Pengadaan masih berstatus ON Proses atau sedang berjalan artinya sebagian besar anggaran belum sepenuhnya direalisasikan, masih berada dalam tahap pelaksanaan dan masih dapat dilakukan pengawasan preventif.

    TTI merekomendasikan kepada Auditor atau Aparatur Pengawas Internal Pemerintah APIP melakukan Probity Audit kegiatan pada Dinas Pendidikan Aceh sebagai upaya preventif . Adapun tujuan TTI melakukan investigasi dan analisa pengadaan barang pada Dinas Pendidikan Aceh untuk mendorong Transparansi dan akuntabilitas, bukan untuk menghakimi namun pola pola dalam data pengadaan tidak boleh diabaikan karena disitulah sebenarnya cerita dimulai.tegas Nasruddin Bahar
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini