-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    KADIN Pidie Dorong Penguatan Distribusi, Logistik dan Resi Gudang untuk Kendalikan Inflasi

    Fauzal
    Jul 27, 2026, 1:18 PM WIB Last Updated 2026-07-27T06:34:28Z

    KADIN Pidie Dorong Penguatan Distribusi, Logistik dan Resi Gudang untuk Kendalikan Inflasi.( Foto Dokumentasi Wartanad.id)


    Sigli ( Wartanad.id) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Pidie, Junaidi, menegaskan bahwa pengendalian inflasi di daerah tidak cukup hanya dilakukan dengan memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar. Menurutnya, diperlukan langkah-langkah strategis yang mampu menyentuh akar persoalan agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga. Senin ( 27/07/2026)

    Pernyataan tersebut disampaikan Junaidi saat mengikuti rapat rutin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pidie yang digelar Pemerintah Kabupaten Pidie bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Zoom Meeting. Rapat tersebut dihadiri Asisten II Setdakab Pidie, Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Pidie, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta seluruh unsur TPID.

    Dalam forum tersebut, Junaidi mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Kabupaten Pidie saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, sementara pelaku usaha masih dihadapkan pada berbagai kendala, mulai dari biaya distribusi hingga fluktuasi harga sejumlah komoditas.

    "Kondisi ekonomi Kabupaten Pidie memang sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, pengendalian inflasi harus dilakukan secara serius dan tidak hanya berfokus pada angka inflasi semata, tetapi juga mencari solusi terhadap penyebabnya," ujar Junaidi.

    Menurutnya, selama kurang lebih tiga tahun terakhir KADIN Pidie secara aktif menjadi bagian dari TPID sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan masukan dari perspektif dunia usaha.

    Junaidi menilai, isu yang harus menjadi perhatian utama dalam forum TPID bukan hanya perkembangan harga di pasar, tetapi juga menyangkut perbaikan sistem distribusi barang, penguatan jaringan logistik, serta optimalisasi Sistem Resi Gudang (SRG).

    "Seharusnya isu yang dibahas KADIN dalam kerangka TPID adalah bagaimana memperbaiki distribusi barang, memperkuat logistik, dan mengoptimalkan resi gudang. Tiga hal ini bisa menjadi jawaban dalam upaya mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat ekonomi daerah," tegasnya.

    Ia menjelaskan, distribusi yang lancar akan menjamin ketersediaan barang di seluruh wilayah sehingga tidak terjadi kelangkaan yang memicu kenaikan harga. Di sisi lain, sistem logistik yang efisien akan menekan biaya angkut sehingga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat.
    Selain itu, Junaidi menilai pemanfaatan Sistem Resi Gudang perlu didorong secara maksimal.

     Menurutnya, fasilitas tersebut dapat membantu petani dan pelaku usaha menyimpan hasil produksi ketika harga rendah, kemudian menjualnya saat harga membaik. Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditas, tetapi juga menjaga kestabilan pasokan di pasar.

    Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Pidie melalui seluruh instansi yang tergabung dalam TPID terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga pasar dan memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan tanpa hambatan.

    "Kami berharap pemerintah benar-benar melakukan monitoring secara rutin terhadap harga pasar, memastikan distribusi barang tetap lancar, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Jika ini dilakukan secara konsisten, kami optimistis kondisi ekonomi Kabupaten Pidie akan semakin baik dan stabil," katanya.

    Junaidi menambahkan, KADIN Pidie akan terus berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Pidie dalam memberikan masukan dan solusi terhadap berbagai persoalan ekonomi daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Ia berharap hasil rapat TPID tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kestabilan harga, meningkatkan daya beli, dan menciptakan iklim usaha yang sehat di Kabupaten Pidie.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini