Wartanad.id - Nagan raya - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya resmi menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) sebagai upaya mempercepat peningkatan produktivitas padi sawah melalui penerapan teknologi pertanian modern.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 28 Juli hingga 2 Agustus 2026, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kuala, Desa Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (28/7/2026).
Dalam sambutannya, Marzuki menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam mendukung berbagai program strategis Kementerian Pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui peningkatan produktivitas padi sawah.
"Pemkab Nagan Raya mendukung penuh setiap langkah strategis peningkatan produktivitas padi sawah melalui penerapan PM-AAS. Kita optimistis dengan mengadopsi teknologi akan berdampak langsung pada peningkatan hasil panen," ujar Marzuki.
Ia berharap para penyuluh pertanian dapat melakukan pendampingan budidaya padi berbasis PM-AAS secara intensif kepada para petani sehingga penerapan teknologi tersebut dapat berjalan optimal dan mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
"Langkah ini diharapkan mampu mengubah paradigma pertanian tradisional menuju sistem pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi," katanya.
Pada kesempatan itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Aceh dari Kementerian Pertanian, Dr. Agus Susanto, M.Si., memaparkan konsep dan implementasi PM-AAS sebagai salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi Menteri Pertanian.
Menurut Agus, PM-AAS merupakan sistem pertanian intensif berbasis teknologi tinggi yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan usaha tani yang lebih modern dan efisien.
"PM-AAS merupakan sistem pertanian intensif berbasis teknologi tinggi yang menekankan efisiensi, mekanisasi, presisi, dan berbasis korporasi," jelas Agus.
Ia menjelaskan, PM-AAS dibangun di atas enam pilar utama, yakni tanam rapat dalam baris, efisiensi penggunaan sumber daya, mekanisasi total, penerapan teknologi spesifik lokasi, intensifikasi produksi, serta pengembangan usaha tani berbasis korporasi.
Selain itu, Agus menyebutkan sejumlah prinsip utama dalam penerapan PM-AAS, di antaranya penggunaan metode tanam benih langsung, penerapan jarak tanam rapat, pengendalian gulma pra-tumbuh, pengolahan lahan dengan mekanisasi secara menyeluruh, serta penerapan sistem pengairan intermiten.
Usai penyampaian materi, tim Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh bersama penyuluh pertanian Kabupaten Nagan Raya melaksanakan identifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai tahapan awal pelaksanaan program PM-AAS di daerah tersebut.
Pada tahun 2026, Kabupaten Nagan Raya ditargetkan menerapkan model tanam padi PM-AAS seluas 1.261 hektare yang tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Beutong seluas 288 hektare, Darul Makmur 9 hektare, Kuala 123 hektare, Seunagan 212 Hb hektare, Seunagan Timur 382 hektare, dan Suka Makmue 247 hektare.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Ir. Firdaus, S.P., M.Si., para penyuluh pertanian, serta petani.