Ketua DPD Gelora Sabang Kunjungi Pidie, Bertemu Pengurus Bahas Penguatan Organisasi.( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE ( Wartanad.id) — Silaturahmi antarpengurus Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) berlangsung dalam suasana penuh keakraban di REBORN 88, Kabupaten Pidie, Selasa (12/8/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan Ketua DPD Partai Gelora Kota Sabang, Novi Karno Di Sapa MJ Eric, dengan Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Pidie, H. Sayed Muslim, S.Pd., S.H., bersama jajaran pengurus Gelora Pidie.
Kehadiran Novi Karno di Kabupaten Pidie merupakan bagian dari sejumlah agenda yang sedang dijalankannya selama berada di daerah tersebut. Di sela-sela kesibukan, ia menyempatkan diri bertatap muka dan bersilaturahmi langsung dengan jajaran pengurus Gelora Pidie.
Pertemuan yang berlangsung di REBORN 88 tersebut dikemas secara santai dan kekeluargaan. Para pengurus terlihat duduk bersama dalam satu meja sambil menikmati hidangan dan berdiskusi mengenai berbagai hal terkait perkembangan organisasi.
Meski berlangsung informal, pembahasan yang dilakukan tetap menyentuh sejumlah hal penting, terutama mengenai penguatan organisasi, komunikasi antarpengurus daerah, konsolidasi kader, serta dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Perkuat Komunikasi Antarpengurus
Ketua DPD Gelora Sabang, Novi Karno atau MJ Eric, memanfaatkan kesempatan berada di Pidie untuk mempererat komunikasi dengan jajaran pengurus Gelora Pidie.
Silaturahmi lintas daerah dinilai penting dalam menjaga hubungan antarpengurus sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai perkembangan organisasi di masing-masing wilayah.
Pidie dan Sabang memiliki karakter wilayah serta dinamika masyarakat yang berbeda. Perbedaan tersebut justru menjadi peluang untuk saling berbagi pengalaman, gagasan dan strategi dalam membangun organisasi.
Pertemuan tersebut juga tidak dikemas dalam bentuk seremoni formal. Para pengurus lebih banyak melakukan dialog secara terbuka dalam suasana santai, sehingga komunikasi berjalan lebih cair dan kekeluargaan.
Bahas Penguatan Struktur dan Kaderisasi
Dalam pertemuan itu, pembicaraan turut menyentuh sejumlah hal terkait keberadaan Partai Gelora di daerah, penguatan struktur organisasi, kaderisasi, komunikasi politik serta upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.
Silaturahmi tersebut lebih diarahkan sebagai forum komunikasi dan pertukaran pandangan antarpengurus, bukan agenda politik praktis.
Bagi jajaran Gelora, komunikasi antardaerah menjadi bagian penting untuk menjaga kebersamaan sekaligus membangun kesamaan visi dalam menjalankan roda organisasi.
Hubungan yang baik antara pengurus di berbagai daerah juga dinilai dapat memperkuat soliditas internal serta membuka ruang kolaborasi dalam menjalankan berbagai agenda organisasi ke depan.
Dari Silaturahmi Membangun Soliditas
Pertemuan antara pengurus Gelora Sabang dan Gelora Pidie menunjukkan bahwa komunikasi organisasi tidak selalu harus berlangsung melalui forum resmi.
Pertemuan sederhana dalam suasana santai justru dapat menjadi ruang untuk membicarakan berbagai persoalan secara lebih terbuka. Dari komunikasi tersebut, berbagai gagasan dapat muncul dan selanjutnya menjadi bahan pembahasan dalam forum organisasi.
Bagi sebuah organisasi politik, soliditas tidak hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga melalui hubungan personal, komunikasi dan rasa kebersamaan antarkader.
Kehadiran Ketua DPD Gelora Sabang di Pidie sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan kedua jajaran pengurus daerah.
Novi Karno Masih Berada di Pidie
Novi Karno atau MJ Eric diketahui masih berada di Kabupaten Pidie untuk menjalankan sejumlah agenda. Belum diketahui secara pasti kapan dirinya akan kembali ke Kota Sabang.
Selama berada di Pidie, kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk terus membangun komunikasi dan silaturahmi dengan keluarga besar Partai Gelora maupun berbagai pihak lainnya.
Pertemuan di REBORN 88 berlangsung sederhana tanpa seremoni berlebihan. Namun, silaturahmi tersebut memiliki makna penting dalam memperkuat hubungan antarpengurus Gelora di dua daerah.
Dari satu meja, komunikasi dibangun. Dari silaturahmi, hubungan diperkuat. Dan dari pertukaran gagasan, organisasi diharapkan semakin solid serta mampu menghadapi berbagai dinamika ke depan.
Silaturahmi boleh berlangsung santai, tetapi komunikasi organisasi tetap harus terjaga. Sebab, kekuatan organisasi bukan hanya terletak pada struktur, melainkan juga pada soliditas, kebersamaan dan hubungan baik antarpengurus.


