Wartanad.id | Aceh Tenggara – Semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali tercermin dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Memasuki tahap akhir pengerjaan, personel Satuan Tugas (Satgas) Jembatan bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong pengecatan lantai jembatan sebagai bagian dari proses finishing, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan pengecatan lantai menjadi salah satu tahapan penting sebelum jembatan dinyatakan siap digunakan. Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, personel Satgas bersama warga bahu-membahu menyelesaikan setiap detail pekerjaan agar pembangunan dapat rampung sesuai target dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan terlihat begitu kental. Personel TNI dan masyarakat bekerja tanpa mengenal lelah, saling membantu dalam proses pengecatan untuk memastikan seluruh bagian lantai jembatan terlindungi dengan baik sehingga memiliki daya tahan yang lebih lama. Kekompakan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.
Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Perintis tidak terlepas dari tingginya semangat gotong royong yang terus dijaga oleh seluruh pihak. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak awal hingga tahap akhir pekerjaan menjadi cerminan eratnya hubungan antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah.
"Melalui kebersamaan dan kerja sama yang baik, proses pembangunan dapat berjalan sesuai target. Saat ini kami melaksanakan pengecatan lantai sebagai bagian dari tahap akhir pekerjaan sebelum jembatan siap digunakan oleh masyarakat. Kami mengapresiasi antusiasme warga yang selalu hadir dan turut berpartisipasi dalam setiap tahapan pembangunan," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Jembatan Gantung Perintis nantinya akan menjadi sarana vital yang menghubungkan berbagai wilayah yang selama ini cukup sulit dijangkau, khususnya sebagai akses menuju Jalan Parit Indah maupun ke wilayah seberangnya. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tempuh masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan saat melintasi kawasan tersebut.
Selain memberikan kemudahan bagi aktivitas sehari-hari warga, jembatan ini juga akan menjadi akses yang aman dan nyaman bagi para pelajar yang setiap hari harus menyeberang untuk menuju sekolah. Dengan infrastruktur yang lebih baik, proses belajar mengajar diharapkan tidak lagi terkendala oleh sulitnya akses transportasi, terutama pada saat musim hujan atau ketika debit sungai meningkat.
Di sektor ekonomi, pembangunan jembatan ini diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan. Para petani dan pekebun akan lebih mudah mengangkut hasil panen menuju pusat pemasaran, sehingga biaya transportasi dapat ditekan dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Ketambe.
Suasana gotong royong yang penuh keakraban mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. TNI dan masyarakat tampak saling menyemangati serta bekerja dengan rasa kekeluargaan yang tinggi. Kebersamaan yang terbangun selama proses pembangunan tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program yang berorientasi pada kepentingan rakyat, TNI terus hadir memberikan kontribusi nyata dalam membuka akses, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menciptakan pemerataan pembangunan.
Dengan semakin dekatnya penyelesaian proyek ini, masyarakat Desa Kati Maju dan sekitarnya menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera dapat difungsikan. Kehadiran Jembatan Gantung Perintis diyakini akan menjadi sarana strategis yang tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan akses pendidikan, memperkuat hubungan sosial antarwilayah, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Aceh Tenggara.

