Wartanad.id - Banda Aceh - Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota DPR Aceh pada dasarnya merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat yang diperoleh saat anggota dewan melaksanakan kegiatan reses di daerah pemilihannya. Aspirasi tersebut semestinya mencerminkan kebutuhan riil masyarakat yang bersifat umum dan memberikan manfaat langsung bagi publik.ucap Nasruddin Bahar koordinator TTI (07/08)
Nasruddin menjelaskan,Dalam praktiknya, usulan Pokir lazim diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan pemberdayaan masyarakat, seperti pembangunan jalan usaha tani, jembatan, rehabilitasi tambak rakyat, pengadaan sarana pertanian, peternakan, perikanan, serta kebutuhan masyarakat lainnya yang belum terakomodasi dalam perencanaan pembangunan.
Sambung nya,Di sisi lain, penganggaran sektor pendidikan telah memiliki mekanisme tersendiri yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Konstitusi dan ketentuan peraturan mengamanatkan alokasi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN maupun APBD. Karena itu, kebutuhan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada prinsipnya telah menjadi bagian dari perencanaan dan penganggaran Dinas Pendidikan melalui mekanisme yang berlaku.
Apabila anggaran Pokir dalam jumlah ratusan miliar rupiah ditempatkan pada program-program pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, maka hal tersebut patut dikaji secara mendalam dari sisi kesesuaiannya dengan tujuan Pokir, efektivitas perencanaan pembangunan, serta prinsip akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.tutur Nasruddin Bahar
Transparansi mengenai daftar usulan Pokir, nama pengusul, lokasi kegiatan, serta dasar penetapan program menjadi penting agar masyarakat dapat menilai apakah alokasi anggaran tersebut benar-benar merupakan aspirasi publik yang sah atau justru telah bergeser dari tujuan awal Pokir.
Keterbukaan informasi juga diperlukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, prinsip perencanaan pembangunan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.tegas Nasruddin Bahar