Wartanad.id - SIGLI — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, dr. Dwi, memaparkan karakteristik virus HIV yang menjadi salah satu tantangan serius dalam penanganan HIV/AIDS di wilayah tersebut. Penjelasan ini disampaikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sifat virus dan pentingnya penanggulangan yang tepat.
Dalam paparannya, dr. Dwi menjelaskan bahwa HIV merupakan retrovirus dengan materi genetik berupa RNA dan memiliki tingkat perubahan genetik yang relatif tinggi. HIV memiliki enzim reverse transcriptase yang berfungsi mengubah RNA virus menjadi DNA. Proses ini sering terjadi kesalahan penyalinan materi genetik, sehingga HIV mudah mengalami mutasi dan menghasilkan berbagai variasi genetik.
"Dalam satu tubuh penderita, dapat ditemukan kumpulan varian HIV yang disebut quasispecies. Secara global, HIV-1 juga memiliki sejumlah kelompok dan subtipe dengan karakteristik genetik yang berbeda," ungkap dr. Dwi.
Perubahan genetik pada HIV ternyata dapat memengaruhi respons terhadap obat antiretroviral (ARV). Oleh karena itu, dr. Dwi menegaskan bahwa pencegahan, deteksi dini, pemeriksaan, serta pengobatan yang tepat dan kepatuhan terhadap terapi menjadi bagian sangat penting dalam upaya pengendalian HIV/AIDS.
Informasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan dini dan konsistensi pengobatan guna menekan penyebaran serta dampak penyakit tersebut.