Bupati Pidie Sarjani Abdullah Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi, Tegaskan Perdamaian Aceh Harus Dijaga Usai Insiden Pulo Keunari.( Foto Istimewa)
SIGLI, WARTANAD.ID – Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Pidie dan masyarakat Aceh pada umumnya agar tetap tenang, menjaga persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah perdamaian Aceh.
Imbauan tersebut disampaikan menyikapi polemik pengibaran Bendera Bulan Bintang dalam kegiatan keagamaan, termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan perayaan milad, yang belakangan menjadi perhatian publik setelah terjadinya insiden berdarah di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie.
Sarjani menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu menyikapi persoalan tersebut dengan mengedepankan ketenangan, komunikasi, dan pendekatan persuasif. Menurutnya, masyarakat tidak boleh terjebak dalam provokasi maupun ajakan dari pihak-pihak yang dapat memperkeruh keadaan dan mengganggu stabilitas keamanan.
Dalam kapasitasnya sebagai Bupati Pidie sekaligus Ketua Partai Aceh Kabupaten Pidie, Sarjani menyampaikan bahwa dirinya meneruskan arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), terkait persoalan pengibaran Bendera Bulan Bintang di ruang publik.
Ia mengajak masyarakat memahami arahan tersebut secara bijaksana dan tidak menjadikan persoalan simbol sebagai pemicu pertentangan antarsesama masyarakat Aceh.
Menurut Sarjani, menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap persoalan yang menyangkut aturan, ketertiban, maupun aspirasi masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan yang berujung pada kekerasan.
Sebelum Insiden, Sarjani Dorong Pendekatan Persuasif
Bupati Pidie juga menyinggung insiden penembakan yang terjadi ketika berlangsung kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, pada Rabu, 4 November 2026.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan sejumlah masyarakat lainnya mengalami luka-luka.
Sarjani mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya telah memberikan masukan kepada unsur TNI-Polri agar persoalan pengibaran Bendera Bulan Bintang dalam kegiatan keagamaan dapat disikapi melalui pendekatan persuasif.
Menurutnya, kegiatan keagamaan masyarakat harus menjadi ruang yang mengedepankan nilai-nilai kedamaian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama.
Oleh sebab itu, apabila terdapat persoalan terkait pengibaran simbol tertentu dalam kegiatan keagamaan, diperlukan komunikasi yang baik antara aparat keamanan, panitia pelaksana, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat.
Pendekatan dialogis dinilai penting agar masyarakat memperoleh pemahaman secara utuh mengenai aturan yang berlaku, sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan konflik.
Jangan Ada Adu Domba, Perdamaian Aceh Harus Menjadi Prioritas.( Foto Istimewa)
Dalam pesan yang ditujukan kepada masyarakat Pidie dan seluruh masyarakat Aceh, Sarjani menegaskan bahwa dirinya merupakan pemimpin daerah yang harus mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pandangan politik.
Ia menegaskan bahwa jabatan sebagai Bupati Pidie merupakan amanah untuk melayani dan melindungi kepentingan masyarakat.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi jika informasi tersebut sengaja digunakan untuk membangun kebencian, memperkeruh hubungan masyarakat dengan aparat, maupun memecah belah persatuan.
Sarjani mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif, tidak melakukan tindakan yang dapat memperbesar ketegangan, serta memberikan ruang kepada pihak berwenang untuk menyelesaikan persoalan secara objektif.
"Jangan sampai kita terprovokasi oleh isu-isu adu domba yang justru dapat merusak perdamaian. Aceh sudah melalui perjalanan panjang untuk mencapai perdamaian. Jangan sampai persaudaraan dan persatuan yang telah kita bangun bersama menjadi rusak karena persoalan yang tidak diselesaikan dengan kepala dingin," demikian pesan yang disampaikan dalam imbauannya.
Bupati Pidie Dan Rombongan Menjenguk Masyarakat nya di RSUD Tgk Abdullah Syafii Beureunuen Berharap Kebenaran Insiden Pulo Keunari Terungkap.( Foto Istimewa)
Terkait meninggalnya seorang warga dalam insiden tersebut, Sarjani menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum.
Ia berharap keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. Kepada seluruh masyarakat yang terdampak, ia juga berharap agar tetap bersabar dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperburuk keadaan.
Sarjani menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong agar kebenaran atas peristiwa yang merenggut nyawa warga tersebut dapat terungkap.
Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan menjadi polemik berkepanjangan tanpa kejelasan. Semua fakta harus dibuka secara terang, sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi pada Jumat (6/11/2026) telah menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi internal terhadap insiden tersebut. Hasil pendalaman, menurut Pangdam, akan disampaikan setelah proses investigasi selesai. ANTARA News +1
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra juga menyatakan perlunya penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut. ANTARA News Aceh +1
Perdamaian Aceh Jangan Sampai Terkoyak
Insiden Pulo Keunari menjadi pengingat bahwa persoalan sensitif di tengah masyarakat Aceh harus ditangani secara hati-hati, mengedepankan komunikasi, serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
Pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen sipil memiliki tanggung jawab untuk menjaga situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Bupati Pidie berharap seluruh masyarakat dapat menahan diri, tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, serta memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan transparan.
"Insyaallah, kita akan terus mencari kebenaran atas peristiwa yang menimpa almarhum. Kepada keluarga korban, saya berharap agar tetap bersabar. Jangan sampai peristiwa ini membuat masyarakat terpecah belah. Saya sebagai Bupati Pidie adalah milik seluruh masyarakat Pidie. Mari kita jaga persaudaraan, persatuan, dan perdamaian Aceh bersama-sama."
Pada akhirnya, kepentingan terbesar masyarakat Aceh bukanlah memperpanjang pertentangan, melainkan memastikan keadilan ditegakkan, hak-hak masyarakat dihormati, dan perdamaian yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun tetap terpelihara.
Persoalan Bendera Bulan Bintang harus diselesaikan melalui dialog dan kepastian hukum. Sementara itu, meninggalnya seorang warga dalam insiden Pulo Keunari harus mendapatkan perhatian serius dan pengungkapan fakta secara transparan.
Aceh membutuhkan keadilan, bukan permusuhan. Masyarakat membutuhkan kepastian hukum, bukan provokasi. Perdamaian harus tetap menjadi kepentingan bersama.
SIGLI | WARTANAD.ID | 7 NOVEMBER 2026




