• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Puasa sebagai Suplemen Jasmani dan Rohani

    May 27, 2019, 9:30 PM WIB Last Updated 2020-01-23T13:09:02Z
    Oleh DR. Sariakin M.Pd (Pengamat Pendidikan Aceh, Dosen Senior Universitas Serambi Mekah, dan Pegiat Forum Aceh Menulis).

    wartanasional.co, Banda Aceh - Indonesia sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia tentunya bangsa ini menjadi sorotan baik dari aspek kehidupan, pergaulan dan juga ibadahnya.

    Bangsa yang dikenal santun, rukun dan toleran ini pasti menjadi pusat perhatian dan anutan bangsa lain, sehingga momentum Ramadhan tahun ini terasa menjadi ujian bagi kerukunan dan kesantunan warga masyarakatnya setelah berbulan-bulan diwarnai persaingan antar kontestan yang suka tidak suka, mau tidak mau telah diwarnai dengan perdebatan, psywar atau bahkan provokasi-provokasi bernuansa agama yang berpotensi memecah belah bangsa serta semoga tidak menggangu kekhusyuan ibadah kita.

    Sebagaimana kita pahami bersama bahwa puasa yang dalam istilah ulama kita disebut dengan syariah qadimah atau ajaran yang juga diberlakukan oleh Allah SWT kepada umat-umat terdahulu, bukan hanya untuk umat Rasulullah Muhammad SAW. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ 6 / 247 telah mendefinisikan shiyam (shaum/puasa) adalah sebagai menahan diri, setiap bentuk menahan diri dan diam disebut puasa. Secara pandangan syariat puasa adalah menahan diri dari hal-hal tertentu (yang membatalkan puasa) dimasa tertentu (yaitu Ramadhan) dan orang tertentu.

    Untuk itulah puasa ramadhan diharapkan menjadi peredam sekaligus momentum untuk dapat terus membina kerukunan dan menyemai kedamaian, karena meminjam istilah ulama bahwa Ramadhan adalah rangkaian bulan penuh keberkahan, diawali rajab sebagai bulan persemaian, kemudian sya’ban adalah bulan memupuk dan ramadhan adalah bulan memanen, ditambah esensi puasa sesungguhnya adalah untuk menahan diri agar kita tidak melanggar ketentuan-ketentuan syariat.

    Puasa menurut hemat penulis juga sebagai ibadah yang multi dimensi, setidaknya puasa memiliki dimensi tarbiyyah atau pendidikan, dimensi muamalah atau ekonomi serta dimensi ukhuwwah atau rasa persaudaraan. Dimensi Tarbiyyah sangat kental sekali terasa karena sesungguhnya sebagaimana tujuan yang termaktub dalam surat Albaqoroh ayat 183 adalah membentuk manusia yang bertaqwa.

    Maka tidaklah heran di bulan Ramadhan ini Mesjid dan Mushala senantiasa penuh dengan kegiatan-kegiatan ibadah, mulai dari Tarawih berjamaah, Tadarusan Al-Quran, Pesantren kilat, Ngaji pasaran dsb. Banyak sekali hikmah dibalik makan sahur, menahan lapar dan haus, menahan dari perbuatan tercela, berbuka puasa, shalat tarawih, tadarusan dan seterusnya, itu semua adalah untuk melatih diri kita baik melatih secara fisik agar senantiasa sehat dan melakukan pola hidup sehat maupun secara psikis agar memiliki disiplin, kepekaan serta keshalihan sosial.

    Dimensi muamalah dapat kita cermati dari pergerakan roda ekonomi yang demikian massif di masa bulan Ramadhan, menjelang sore hari mulai dari pinggir jalan, gang-gang, lorong jalan rame orang berjualan. Hal ini tanpa disadari bagian dari keberkahan Ramadhan, belum lagi sepekan memasuki lebaran tradisi mudik mungkin satu-satunya di dunia hanya ada di indonesia yang mana telah memutar roda perekonomian dari kota ke desa-desa.

    Dimensi Ukhuwwah jelas saat masuk pekan akhir Ramadhan orang berbondong-bondong mudik dari kota ke desa untuk apa? Untuk bertemu dan bersilaturahim dengan sanak family, dalam Ramadhan juga dilatih kepedulian terhadap sesama melalui kegiatan zakat infaq dan shodaqoh yang sengaja atau pun tidak menjadi kebiasaan orang senang melakukannya di bulan ini. Shalat tarawih pun memupuk kesadaran kolektif seseorang agar senantiasa kompak dan bersatu serta menghargai berbagai ikhtilaf atau perbedaan pandangan sudut agama sebagai rahmat dalam kehidupan.

    Sebagai penutup penulis mengutip pendapat Imam Izzudin bin Abdisalam Al-Sulami dalam kitabnya Maqashid Al-shaum Sulthan Al Ulama tentang faedah atau manfaat orang berpuasa diantaranya untuk meninggikan derajat, penghapus dosa, mengalahkan syahwat/nafsu, memperbanyak sedekah, menyempurnakan ketaatan, bersyukur melihat kenikmatan yang tersembunyi, dan mencegah keinginan bermaksiat.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini