• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Wali Nanggroe Hadiri Maulid Akbar Kota Lhokseumawe

    Nov 23, 2019, 1:02 AM WIB Last Updated 2020-01-23T13:14:49Z


    Lhokseumawe | PYM Wali Nanggroe Tengku Malek Mahmud Alhaytar menghadiri Maulid Akbar memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kota Lhokseumawe di guest house kota setempat, Jum'at (21/11/2019).

    Tengku Malek Mahmud Alhaytar dalam sambutannya menyampaikan, sejarah mencatat saat salahuddin al ayyubi menjadi sultan, ummat islam dalam kondisi yang mencemaskan akibat penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). penyakit hati ini menyebar dan tumbuh subur di dalam hati sebagian besar kaum muslimin masa itu sehingga api jihad benar benar padam. di sisi lain ukhuwah ummat muslim sangatlah hancur. secara politik ummat islam terpecah pecah dalam beberapa kerajaan dan kesultanan.

    Lanjutnya, kemudian salahuddin menggagas sebuah festival yang dinamai dengan maulid nabi muhammad saw. tujuan dari festival ini adalah untuk mengembalikan semangat juang rasulullah dengan mempelajari sirah-sirahnya. di festival ini, dikaji habis-habisan sirah nabawiyah (sejarah nabi) dan atsar (perkataan) sahabat, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai perjuangan (jihad).

    "Apa yang terjadi masa itu nyaris sama dengan kondisi kita hari ini. oleh sebab itu maulid nabi besar Muhammad SAW yang senantiasa kita peringati setiap 12 rabi’ul awwal sejatinya bukanlah sebuah seremonial belaka, mengingat hari dimana manusia terbaik di muka bumi lahir adalah cara introspeksi, agar kita kembali merenung makna kehadiran rasul sebagai tauladan bagi pribadi masing-masing atas tujuan dan pencapaian hidup  dimuka bumi ini, "ujarnya.


    Tambahnya, Jika sultan salahuddin mampu membangkitkan gairah (semangat juang) kaum muslimin pada saat itu dengan menumbuhkan semangat jihad, maka seharusnya peringatan maulid kita hari ini, juga  mampu menjadi momentum membangkitkan ghirah untuk mepersatukan seluruh elemen rakyat aceh.
    Dikatakannya, Mempelajari kembali sirah nabawiyah adalah mempelajari tentang perjalanan hidup dan akhlak rasul yang mulia dalam mengenalkan tauhid dan aqidah islam. perjuangan rasulullah saw dengan akhlak yang begitu mulianya tetap saja mendapat penentangan, penolakan, intimidasi,bahkan  perlakuan kejam yang melukai  fisik beliau dan para sahabat  lainnya.

    "Jangan lagi kita saling curiga, saling mendendam dan saling menghambat  sesama kita. keistimewaan aceh harus diperjuangkan. tidak bisa dengan cara biasa tetapi harus dengan upaya luar biasa.

    Ini hanya bisa dicapai sekali lagi bila kita memiliki kesamaan visi dan misi.  kesamaan yang diwujudkan dengan cara-cara santun. saya percaya bahwa kita, orang aceh khususnya memiliki watak dan karakter yang santun dan lemah lembut, sebagimana telah dicontohkan  baginda nabi muhammad SAW, "tutup Wali Nanggroe. [Naz]

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini