• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    prof adjuct marniati : perpustakaan merupakan jendela ilmu dunia, dan sudah semestinya perkembangannya harus mengikut perubahan zaman.

    Mar 31, 2021, 1:48 PM WIB Last Updated 2021-03-31T07:32:32Z

    Wartanad.id - Banda Aceh – Pemerintah Aceh kembali melanjutkan pembangunan Gedung Perpustakaan Aceh, Untuk pembangunan lanjutan gedung itu, Pemerintah Aceh telah menyiapkan anggaran tahun ini sebesar Rp 9,4 miliar. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP,MSP mengatakan, anggaran sebesar Rp 9,4 miliar tersebut difokuskan untuk pembangunan lantai 1 dan 2, dimana keseluruhan gedung terdiri dari 4 lantai.


    Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh akan mengoptimalkan pelayanan perpustakaan, dengan menjadikan perpustakaan abad 21, yang mengutamakan perpustakaan digital, sehingga bisa terakses dengan perpustakaan nasional maupun dunia. 


    Dimana, kata Dr. Edi Yandra, S.STP,MSP, akan ada sistem kerjasama untuk peminjaman buku antar perpustakaan seluruh dunia dengan OLDC sistim. Dimana hingga saat ini sudah ada perpustakaan yang sudah tergabung lebih dari 68.000 perpustakaan dan lebih 10 juta koleksi jurnal. 


    Kita akan membangun strategi hubungan dengan perpustakaan di luar negeri, sehingga memungkinkan fasilitas interlibrary untuk dinikmati oleh dosen, siswa dan pemustaka lainnya,” ujar Dr. Edi Yandra, S.STP,MSP saat meninjau gedung tersebut dengan staf ahli gubernur Aceh dibidang Perpustakaan dan Kearsipan, Rabu (30/4/2021)


    Ia mengungkapkan gedung perpustakaan baru ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2022, dan juga akan dibangun beberapa fasilitas baru, seperti perpustakaan hub digital, zone industri, zone galeri, game station, bioskop pendidikan,  studio multi media, zone kebudayaan, cafetaria, bisnis lounge. 


    Perpustakaan ini mengunakan energy terbarukan. Dimana dalam pustaka ini juga akan dibangun studio televisi untuk mendukung program audio visual literasi dan dan program E- learning yang dapat diakses oleh pemustaka melalui televisi Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Aceh,” tambahnya.


    Selain itu juga, perpustakaan ini akan dilengkapi berbagai kebutuhan database perpustakaan dengan pihak ketiga  seperti E-library, Eproxy dan Worldcat. Sehingga memberi kemudahan dalam mengakses sejumlah fasilitas e-book yang ada antar perpustakaan dunia. 


    Contoh kita bisa pinjam buku dari Perancis, mereka percaya kepada kita. Begitu juga kita dapat meminjamkan buku kita kepada salah satu perpustakaan di Belanda,” ujarnya. 


    Dengan gedung baru serta fasilitas baru yang modern dan cangih ini, diharapkan dapat memberikan perubahan pada minat baca masyarakat Aceh serta menjadikan perpustakaan ini sebagai icon kebanggaan masyarakat Aceh dan pusat referensi.


    Sementara itu, Tenaga Ahli Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh,prof adjuct  Marniati, menambahkan bahwa perpustakaan merupakan jendela ilmu dunia, dan sudah semestinya perkembangannya harus mengikut perubahan zaman. 


    Diera melenial sekarang ini seluruh pustaka Se Aceh harus mengikut pada standar perpustakaan abad 21 ini. Kita juga akan mengunakan robot penunjuk arah dalam pelayanan perpustakaan modern ini, dan dilengkapi sistim berlanganan buku maupun jurnal berstandar internasional,” kata Marniati, 


    Marniati, kedepannya berharap perpustakaan ini bisa menjadi daya tarik untuk di kunjungi sebagai lokasi tour education bagi pelajar hingga mahasiswa, dan para peneliti.  


    Selain itu, tahun 2022 kita juga akan mempersiapkan kesiapan perpustakaan seluruh Aceh memiliki standar yang sama tidak hanya di provinsi. Kita juga akan membuat program pendampingan akreditasi untuk seluruh perpustakaan yang ada di Aceh menuju akreditasi A baik perpustakaan kabupaten, dan perpustakaan sekolah,” jelasnya. 


    Kemudian, kata Marniati, dalam perpustakaan baru ini pihaknya juga akan mempersiapkan perpustakaan manusia, dimana koleksi yang ada di dalamnya adalah rekaman pelaku sejarah dan punya nilai sejarah di masa yang akan datang.  


    Perpustakaan manusia ini akan menjadi icon baru pertama di Provinsi Aceh. Harapan kita dapat mewujudkan rancangan ini di tahun 2022 dengan dukungan penuh kadis yang memiliki inovasi tinggi dalam perancangan ini. Dan kita juga menyambut baik harapan Gubernur Aceh untuk berinovasi dalam program,” ujarnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini