• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Kemenkumham Akan Terbitkan SPLP untuk 140 WNI di Ukraina

    Azhar
    Feb 26, 2022, 9:01 AM WIB Last Updated 2022-02-26T12:06:44Z
    Mobil-mobil berjalan menuju luar kota Kiev, Ukraina, 24 Februari 2022.


    Wartanad.id|Jakarta - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyatakan akan mempermudah akses perjalanan 140 warga negara Indonesia (WNI) di Ukraina.

    Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah kontinjensi evakuasi terhadap 140 WNI tersebut meski dilaporkan mereka dalam keadaan aman.


    Sebagai informasi kontinjensi merupakan situasi yang tidak menentu, diperkirakan akan segera terjadi namun ada kemungkinan tidak terjadi.


    "Dalam fungsi Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, telah mempersiapkan diri menghadapi kontinjensi dalam rangka evakuasi WNI dari Ukraina," kata Sekjen Kemenkumham Andap Budhi Revianto, Jumat (25/2/2022).


    Salah satu kemudahan yang akan diberikan Kemenkumham adalah penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Surat ini dugunakan sebagai pengganti paspor.


    Andap mengatakan dalam situasi tidak menentu di Ukraina, paspor milik seorang WNI bisa saja hilang, rusak, maupun tertinggal. Karena itu, pihak Imigrasi Kemenkumham tidak mewajibkan mereka memenuhi syarat administrasi perjalanan luar negeri yang berlaku dalam keadaan normal.


    "Dalam kondisi tersebut, Imigrasi nanti akan mengeluarkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai pengganti paspor," kata Andap.


    Meski demikian, kata Andap, SPLP ini hanya berlaku satu kali. Setelah tiba di Indonesia, WNI dari Ukraina akan diminta mengurus paspirnya yang rusak. Aturan mengenai SPLP ini tertuang dalam UU No 6/2011 tentang Keimigrasian.


    Andap mengatakan pihak yang berwenang menerbitkan SPLP jnjnadalah Atase atau Konsul Imigrasi di luar negeri. Jika di negara tersebut tidak ada, maka kewenangan akan dilimpahkan pada pejabat yang ditunjuk.


    "Kewenangan tersebut dilimpahkan kepada pejabat dinas luar negeri yang ditunjuk," kata Andap.
    Konflik antara Ukraina-Rusia kini sudah mencapai tahap genting. Api krisis itu membara usai Putin mengumumkan invasi ke Donbas pada Kamis (24/2) dini hari.


    Pertempuran antara pasukan Rusia-Ukraina pun tak bisa terhindarkan dan menimbulkan korban jiwa. Hingga kini, tercatat ada 57 oran yang tewas, dan 169 lainnya mengalami luka-luka.


    Perang terus memanas. Russia telah merangsek masuk dan menguasai reaktor nuklir Chernobyl. Setidaknya tiga ledakkan besar dilaporkan kembali terjadi pada pagi ini.


    *Sumber: CNN Indonesia.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini