• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Tembakau Jenis Varietas Lokal dan White Bruri Menjanjikan Bagi Petani Agara

    Azhar
    Mar 20, 2022, 10:33 PM WIB Last Updated 2022-03-20T15:33:32Z

    Wartanad.id|Kutacane - Membudidayakan tembakau jenis varietas lokal dan jenis white bruri cukup menjanjikan bagi petani di Aceh Tenggara, karena lebar daun tembakau tersebut mencapai 35 cm dan panjangnya mencapai 60 cm.


    Salah satu kelompok tani di Desa Suka Rimbun, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, mereka berhasil membudidayakan tembakau jenis varietas lokal dan jenis white bruri, di lahan seluas 8 hektare yang berada pada ketinggian 900 di atas permukaan laut.


    Sementara itu Ketua Kelompok Tani Maron Desa Suka Rimbun, Safarudin, Sabtu (19/03/22) kepada Acehinspirasi.com mengatakan keberhasilan Kelompok Tani Maron tersebut, berkat kerjasama dengan Dinas Pertanian Aceh Tenggara.


    Kerjasama kelompok tani maron dengan Dinas Pertanian di antaranya dalam bentuk pembinaan, edukasi, bantuan peralatan, bantuan pestisida dan insektisida serta pengawasan.


    Dan berkat bantuan dari Dinas Pertanian Aceh Tenggara serata binannya selama ini hasil tanaman tembakau tersebut sangat memuaskan, dan tinggi batang tanaman tembakau tersebut mencapai 180 Cm sampai 200 Cm serta Panjang daunnya juga lebih dari 65 Cm dan lebar kurang lebih sekitar 30 Cm sampai dengan 40 Cm. Jadi memang tumbuh tembakau tersebut sangat subur, Ujarnya.


    Ditempat yang sama Sahlan, (65) salah seorang petani tembakau yang juga anggota Kelompok Tani Maron, saat di jumpai wartawan Acehinspirasi.com dipondoknya di puncak bukit tersebut, Ia mengatakan, budidaya tembakau jenis varietas lokal dan jenis white bruri di Aceh Tenggara ini sangat menjanjikan penghasilannya.


    Menurut Ia, biaya dan cara perawatan tanaman tembakau tersebut sangatlah mudah, dan berbiaya murah jika dibandingkan dengan komoditas perkebunan ataupun tanaman lainnya.


    “Tak terlalu besar untuk pembiayaan, tetapi berpenghasilan yang cukup menjanjikan,” katanya.

    Sahlan, juga berharap kepada pemeritah khususnya Dinas Pertanian untu membantu peralatan sepertai alat jemur, pisau untuk merajang tembakau. harapnya


    Di tempat terpisah Sopiyan (58), yang juga sebagai petani, yang berkebun di kawasan yang sama. Ia menyebutkan setelah melihat tanaman tembakau yang subur, akhirnya Ia juga mengalih pungsikan lahan kebunnya untuk ditanami tanaman Tembakau jenis varietas lokal dan jenis white bruri, sebutnya.


    Masih kata Sopiyan (58), yang sebelumnya Ia menam Pisang dilahan kini Ia sudah menggantinya dengan tanaman Tembakau, karena dirinya merasa yakin penghasilan dari tanaman tembakau lebih menjanjikan. Tuturnya.


    Kepala Dinas Pertanian Agara, Riskan, didampingi Kepala Bidang Perkebunan, Hendra, di lokasi lahan tersebut, kepada awak Media mengatakan, budidaya tanaman tembakau tersebut sebenarnya sudah lama diprogramkan.


    Riskan, menjelaskan, budidaya tanaman tembakau, sebenarnya sudah sejak dari tahun 2018 diprogramkan. Hasilnya, banyak petani yang sudah membudidayakan tanaman tembakau baik di lokasi sawah di lahan pekebunan serta diperbukitan.


    “Banyak petani yang sudah membudidayakan tanaman tembakau, tetapi hanya kurang dilirik dan tidak pernah publikasikan oleh media,” ujar Riskan.


    Riskan juga mengatakan, rencana Dinas Pertanian ke depan, akan membantu kelompok tani yang membudidayakan tanaman tersebut, untuk mengelola tembakau dari hasil kelompok tani, sehingga dapat menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).


    Dengan caranya, tembakau yang dihasilkan kelompok tani tersebut, kita olah dan diracik menjadi cerutu yang dapat dipasarkan melalui cukai milik daerah ataupun provinsi setempat, jelasnya.(Har)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini