• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Kisah Haru Dua Keluarga di Batee Tinggal di Gubuk Reyot Berlantai Tanah

    Fauzal
    Sep 22, 2022, 6:23 PM WIB Last Updated 2022-09-22T11:23:32Z

     

    Kisah Haru Dua Keluarga di Batee Tinggal di Gubuk Reyot Berlantai Tanah, Dari Samping Kanan Dantim BAIS Kapt Inf Bambang KS Melihat Langsung Kehidupan Warga Desa Crueng. (foto Dok Wartanad.co)


    Pidie - Sudah 1 tahun , Musliadi (39) bersama istri dan Adik ipar Junaidi (37) bersama istri dua anak nya tinggal di gubuk tak layak huni di desa Crueng, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh Gubuk yang hanya berukuran 3x3 meter itu bahkan lebih mirip 'kandang ternak' dibandingkan tempat tinggal.



    Udara dingin dirasakan hampir setiap malam, terlebih setelah hujan. Bagaimana tidak, gubuk tersebut hanya terbuat dari kayu rumbia sebagai dindingnya. Atapnya pun hanya menggunakan dedaunan.


    Tanah pun menjadi lantainya. Sedangkan untuk tidur hanya beralaskan papan yang disusun menyerupai kasur


    Jaringan listrik atau penerangan lainnya numpang di tatangga  sehingga setiap malam dilalui keluarga tidak mampu itu dengan kondisi gelap gulita.


    Sebelum tinggal di gubuk yang berlokasi di tengah pertambakan tersebut,sempat tinggal di rumah panggung. Namun kondisi ekonomi yang kurang, membuat Musliadi dan ipar nya  yang hanya berprofesi sebagai buruh serabutan itu merobohkan rumah yang sebelumnya rumah adat sudah rapuh dan menumpang tidur ditempat adik ipar. 



    Setelah itu, ia memanfaatkan sepetak tanah milik keluarga istrinya untuk dibuat gubuk sebagai tempat tinggal.


    "Sudah setahun saya dan keluarga tinggal di sini. Mau bagaimana lagi, saya tidak punya uang untuk membuat rumah yang lebih layak," ujar Musliadi dan ipar nya , Kamis (22/9/2022).


    "Dulu sempat mau dapat bantuan tapi enggak jadi karena terkendala tempat tinggal kependudukan,Ucap Musliadi.


    Meski begitu, Musliadi dan ipar  selalu mengajarkan anaknya untuk tetap bersyukur meski kondisi keluarga memprihatinkan. "Segala sesuatu tetap saya syukuri, masih ada tempat tinggal. Meskipun saya juga berharap ada bantuan, agar anak-anak tinggal di tempat yang lebih layak," ucapnya.


    Sementara itu, Keuchik desa Crueng Abdullah mengaku dirinya sudah pernah mengajukan perbaikan Adminduk dan kini Musliadi sudah menjadi warga desa Crueng dan mengenai bantuan PKH yang bersangkutan sudah menerima.


    Di tempat yang sama Camat Batee Ikshan.Sos mengatakan pihaknya sudah mengecek kondisi keluarga Musliadi dan ipar nya dan rumahnya. Ia mengaku akan usulkan ke Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Pidie agar keluarga tersebut mendapatkan bantuan rumah layak huni.


    "Kita segera usulkan ke Dinsos supaya cepat dapat bantuan. Termasuk untuk PKH dan Bansos lainnya kita juga proses, terutama adminduknya yang jadi persyaratan utama," ujarnya. Laporan (FH01)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini