Dari Keterbatasan Menuju Podium: Atlet Anggar Pidie Tembus Prestasi Pra PORA 2025 ( Foto Dokumentasi Fauzi Kasem)
Pidie( Wartanad.id) – Dengan segala keterbatasan, minim fasilitas, dan perjalanan panjang yang sering kali dilalui dengan air mata dan doa, para atlet anggar Pidie kembali membuat kejutan besar di ajang Pra PORA 2025. Mereka datang bukan dengan dukungan penuh, tetapi dengan tekad yang membara—dan pulang membawa prestasi yang mengguncang arena anggar Aceh. Kamis ( 20/11/2025)
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Cabor Anggar Pidie, Fauzi Kasem, dan dukungan manajerial dari Sekretaris, Zulfikar, perjuangan para atlet semakin terarah meski masih dibayangi berbagai keterbatasan. Kedua sosok ini menjadi tulang punggung yang selama ini bekerja dalam diam, memastikan atlet tetap bisa bertanding meski sarana tidak memadai.
Hasilnya mulai terlihat. Prestasi yang diraih para atlet membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin mampu menembus tembok keterbatasan.
Berikut perolehan medali sementara atlet anggar Pidie di Pra PORA 2025:
Kadet Sabel Putra
Malik Atthahillah Al Zahy – Medali Perunggu 🥉
Kadet Sabel Putri
Putroe Nahrisya Zahy – Medali Perak 🥈
Kadet Degen Putri
Farah Rhaudhatul Jannah – Medali Perunggu 🥉
Kadet Degen Putra
Muhammad Alfisyar – Medali Perak 🥈
Junior Degen Putri
Farah Rhaudhatul Jannah – Medali Emas 🥇
Prestasi ini bukan hanya daftar medali—tetapi pesan keras bahwa Pidie memiliki bibit besar yang selama ini terabaikan. Mereka berlatih dengan peralatan terbatas, fasilitas yang jauh dari ideal, namun tetap mampu mengibarkan nama daerah di gelanggang bergengsi.
Capaian ini menjadi pengingat sekaligus tantangan bagi semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan KONI, bahwa atlet Pidie sangat layak mendapatkan dukungan lebih serius. Karena jika dengan keterbatasan saja mereka bisa berdiri di podium, maka bayangkan sejauh apa mereka bisa melesat jika diberi fasilitas yang layak.
Di balik setiap medali, ada doa orang tua, kerja keras pelatih, dan komitmen dari pengurus seperti Fauzi Kasem dan Zulfikar yang terus berjuang menghidupkan cabang olahraga ini di Pidie.
Inilah Pidie—lahir dari keterbatasan, tetapi berdiri di podium dengan kepala tegak.

