Wartanad.id - Komite Anti Korupsi Indonesia KAKI Provinsi Aceh menilai usaha kelompok tertentu mendesak Mualem mengganti Sekda Aceh dengan alasan tidak mampu menangani persoalan banjir di Aceh terlalu dipaksakan alias mengandung unsur politis, jika mau jujur kesalahan yang ditujukan hanya kepada Sekda Aceh tidak adil jika mau disalahkan semua ikut bertanggung jawab termasuk Pemerintah Pusat.ucap muammar saputra (21/12/25)
Sambungnya,Menyelesaikan persoalan banjir di Aceh hari ini dibutuhkan kerja sama semua elemen manyarakat bukan dengan saling menyalahkan dan menuding seseorang tidak mampu. Aceh butuh perhatian Pemerintah Pusat yang benar benar serius menangani masalah Aceh terutama pasca banjir bandang dimana banyak pasilitas umum yang hancur.
Aceh menuju pase dimana Rehab Rekon membutuhkan energi dan upaya semua kelompok masyarakat Aceh yang bahu membahu membangun sinergisitas sehingga rehap rekon Aceh lebih cepat dilaksanakan. Aceh butuh ribuan tempat hunian sementara, banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda yang dimilikinya habis tak tersisa.
KAKI lebih Focus memberikan saran kepada Pemerintah Aceh untuk segera membutu lembaga Adhoc seperti BRR sewaktu Tsunami menghancurkan Aceh tahun 2004 yang lalu, Badan Rehab Rekon Pasca Banjir sangat urgen dibentuk sehingga memudahkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat terutama menyangkut Dana yang dibutuhkan melalui APBN jumlahnya mencapai puouhan Trilyun Rupiah. Badan Rehab Rekon yang akan dibentuk mengelola dana khusus tidak ikut tercampur dengan dana APBA atau APBK.
KAKI meminta Sekda Aceh lebih pocus lagi kepada koordinasi dengan stake holder yang ada di Aceh termasuk para pegiat LSM yang concenrt dengan Pembangunan Aceh pasca Banjir melanda Aceh. KAKI juga mendesak Pemerintah Aceh Transparan dalam mengelola dana bantuan terutama dana yang disumbang oleh pihak ketiga yang jumlahnya mencapai ratusan milyar. Publik juga ikut dilibatkan dalam pengawasan misalnya publik dapat mengakses setiap saat melalui website khusus, jangan sampai terjadi musibah dijakan lahan mengambil keuntungan oleh oknum oknum yang bermental maling janagan Ambil " Laba diatas bala" saudara yang tertimpa musibah.tutup muammar