-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Di Adaptasi dari kisah nyata,RSJ Aceh gelar gala premiere film doku-drama Noeh pada Jumat malam (13/2/2026)

    Feb 12, 2026, 10:48 PM WIB Last Updated 2026-02-12T15:48:41Z
    Wartanad.id - Banda Aceh, 12 Februari 2026 - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh bersama Yayasan Aceh Bergerak akan menggelar gala premiere film doku-drama Noeh pada Jumat malam (13/2/2026), pukul 20.30 WIB di halaman RSJ Aceh. Acara ini gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat, bertujuan meningkatkan kesadaran tentang perlakuan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
     
    Film yang disutradarai Davi Abdullah ini diadaptasi dari kisah nyata, fokus pada tokoh Ishak yang hampir dipasung oleh warga karena dianggap meresahkan. Adiknya, Hasanah, bersama guru Zulfan berusaha menyelamatkannya, namun kondisi menjadi lebih kompleks akibat stigma dan kurangnya pemahaman masyarakat. Pemeran utama Ishak diperankan oleh aktor lokal Jamal Syarif, dan juga melibatkan beberapa mantan pasien ODGJ yang telah pulih untuk memberikan nuansa otentik.
     
    Direktur RSJ Aceh, Dr. Hanif, menyampaikan bahwa Noeh adalah bagian dari upaya menghapus stigma dan memperkuat gerakan "Aceh Bebas Pasung". Hingga 2025, 10 kabupaten/kota di Aceh telah bebas pasung, dengan total lebih dari 100 kasus pelepasan yang ditangani RSJ Aceh. Namun, masih terdapat 62 ODGJ yang dipasung di 13 kabupaten/kota lainnya, dengan terbanyak di Aceh Utara (32 kasus).

    Isu kesehatan jiwa masih menjadi tantangan serius, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Aceh. Banyak ODGJ yang mengalami diskriminasi, pengucilan, bahkan pemasungan yang jelas melanggar hak asasi manusia. Melalui film ini, kami berharap masyarakat dapat melihat ODGJ sebagai manusia yang berhak mendapatkan perawatan dan dukungan,” ujarnya 
     
    Banyak orang tua yang sudah tua mengatakan tidak sanggup lagi mengawasi anaknya. Daripada harus mencari ke sana kemari, akhirnya dipasung di rumah. Ada juga karena pasien mengganggu warga, merusak rumah orang, melempar kaca jendela, memukul orang, bahkan ada yang membacok orang. Itu yang membuat keluarga memilih pasung," ujar dr. Hanif menjelaskan realita di lapangan.

    Selain faktor sosial, RSJ Aceh juga mencatat adanya pergeseran penyebab gangguan jiwa, di mana beberapa pasien yang dipasung memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba di samping faktor genetik dan masalah keluarga. 

    Melalui film NOEH yang merujuk pada alat pasung kayu dalam bahasa Aceh, pihak rumah sakit ingin mengedukasi publik bahwa ODGJ memiliki kesempatan untuk sembuh dan kembali produktif melalui rehabilitasi terpadu.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini