Ground Breaking Jembatan ARAMCO di Lutueng: Harapan Baru Akses dan Ekonomi Warga Mane. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
Pidie ( WARTANAD.ID) – Suasana khidmat dan penuh harapan menyelimuti Desa Lutueng, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, dalam kegiatan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan ARAMCO yang dirangkaikan dengan doa bersama. Acara ini menjadi tonggak awal pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat setempat. Juma'at ( 03/04/2026)
Jembatan ARAMCO yang dibangun ini berada di lokasi jembatan sebelumnya yang putus akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut sempat memutus akses utama warga, sehingga aktivitas masyarakat menjadi terganggu, baik dalam mobilitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Komandan Koramil 17/Geumpang Kapten Czi M. Jufri, Dansatgas pembangunan jembatan Kapten Czi Haris, Camat Mane Dr. H. Muchtar A.G, serta Dankikes YTP dr. Kapten CKM Kan W. Dwi Anggara. Turut hadir pula para Babinsa Koramil 17/Geumpang, Bhabinkamtibmas, para geuchik se-Kecamatan Mane, Tuha Peut Desa Lutueng Saddam, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Lutueng.
Mewakili Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., Danramil 17/Geumpang Kapten Czi M. Jufri dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan ARAMCO merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa kehadiran jembatan ini bertujuan untuk mengembalikan akses vital masyarakat yang selama ini terhambat.
“Jembatan ini bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi menjadi penghubung utama antar dusun dan desa. Ini bukti nyata bahwa negara hadir untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan di berbagai sektor,” ujarnya.
Sementara itu, Dansatgas pembangunan jembatan Kapten Czi Haris dalam sambutannya menekankan pentingnya dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga serta merawat jembatan setelah selesai dibangun.
Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk. Zubaidi, memohon kelancaran proses pembangunan serta keberkahan bagi masyarakat yang akan memanfaatkan jembatan tersebut.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat terlihat jelas. Mustafa, salah seorang warga Desa Lutueng, mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas dimulainya pembangunan jembatan ini.
“Kami sangat senang. Jembatan ini akan sangat membantu aktivitas kami sehari-hari, seperti mengantar anak ke sekolah, pergi bekerja, hingga mengangkut hasil panen,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mewakili warga Desa Lutueng dan sekitarnya kepada Presiden Republik Indonesia atas bantuan pembangunan jembatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas perhatian dan bantuannya. Ini sangat berarti bagi kami masyarakat di sini,” tambah Mustafa.
Diketahui, mayoritas masyarakat Desa Lutueng bermata pencaharian sebagai petani, baik sawah maupun kebun. Selama ini, keterbatasan akses akibat putusnya jembatan lama menjadi salah satu kendala utama dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan ARAMCO di lokasi tersebut, masyarakat berharap akses transportasi akan kembali normal, perekonomian meningkat, serta kualitas hidup warga Desa Lutueng dan sekitarnya dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik.
