-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    TTI Mendesak Mualem Copot Jabatan Ketua DPRA karena sering membuat kegaduhan akibat Komunikasi yang buruk

    Apr 11, 2026, 6:01 AM WIB Last Updated 2026-04-10T23:02:13Z
    Wartanad.id - Banda Aceh - Transparansi Tender Indonesia TTI menyorot tajam sikap Ketua DPRA Zulfadli alias Abang Samalanga, pasalnya akhir akhir ini sering membuat kegaduhan didepan Publik seperti pernyataannya dalam sidang DPRA yang sudah beberapa kali mempertontonkan sikap arogansinya sebagai pimpinan Dewan.ucap Nasruddin Bahar koordinator TTI kepada media ini (11/04/26).

    Nasruddin menjelaskan,Betapa ingatan publik belum hilang ketika Zulfadli secara lantang menyebut nama Dek Fad selaku Wakil Gubernur Aceh dalam Forum terbuka yang dipicu oleh persoalan Plt.Sekda Aceh sehingga Zulfadli menyerang Dek Fad secara tidak etis yang berpotensi merusak hubungan Mualem - Dekfad selaku jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh meskipun ketegangan tersebut mampu direda kembali.

    Sikap Arogansi Ketua DPRA kembali diperlihatkan pada Sidang pembahasan Rencana Kerja Tahunan (RKT),Senin (17/11/2025) sidang mendadak ricuh, Kericuhan tersebut melibatkan Ketua DPRA Zul Fadli dengan Anggota DPRA dari Fraksi PKB Muhammad Iqbal disaat sedang perdebatan tiba tiba Zulfadli melempar tutup botol kearah Iqbal meskipun tidak mengenai tubuh Iqbal.karena Tidak menerima dengan sikap Ketua DPRA, Muhammad Iqbal membalas dengan melempar botol air minum ke arah Abang Samalanga.tutur Nasruddin Bahar

    Sambungnya,Kegaduhan kembali terulang ketika sidang Paripurna DPRA interupsi keras soal LKPJ dan Dana Pokir, Dalam sidang tersebut mengagendakan Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025 sekaligus penyerahan Laporan Hasil reses Anggota DPRA tahun 2026 kepada Gubernur Aceh. Interupsi dari beberapa anggota Dewan seperti dibatasi oleh Pimpinan Sidang yang dipimpin langsung oleh Zulfadli, suasana sidang sudah mulai memanas ketika pimpinan sidang mulai membatasi pertanyaan yang akhirnya salah satu peserta sidang meminta izin agar Gubernur Aceh mau menerima anggota Dewan bertemu tanpa ada unsur Pimpinan.

    Begitulah sekelumit peristiwa yang dirangkum dari berita yang sudah viral dimedia. Gaya komunikasi yang buruk yang dapat memecah belah antar sesama anggota dan tentunya berakibat pada hubungan antara Eksekutif dan Legeslatif sudah menjadi alasan yang kuat untuk pergantian Ketua DPRA. Mualem selaku ketua Partai Aceh PA sebagai pemenang Pemilu tentunya diberi kewenangan oleh undang undang untuk menunjuk salah satu kader Partainya yang dipilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh DPRA.Kata Nasruddin bahar

    Transparansi Tender Indonesia TTI justru menitik beratkan pada ucapan Ketua DPRA Zulfadli dalam sidang terbuka dia menyampaikan dana pokir tidak dibatasi sesuai undang undang berapa saja boleh asalkan dana tersedia dan benar benar kebutuhan masyarakat yang dibahas dalam Musrenbang, setelah jadi DPA tugas anggota Dewan selesai selanjutnya eksekusi anggaran diserahkan sepenuhnya kepada Dinas masing masing.

    Pernyataan Ketua DPRA dinilai telah melakukan Pembohongan Publik, faktanya setelah Anggaran disahkan sudah menjadi DPA bukan seperti yang disampikan Ketua DPRA, masing masing Anggota Dewan menunjuk koordinator dengan tugas menjadi mediator mengurus paket paket pokir di Dinas masing masing, koordinator atas perintah anggota dewan menunjuk siapa saja rekanan melaksanakan kegiatan begitulah  praktek yang dilakukan selama ini. KPA atau PPTK hanya menjalankan perintah anggota dewan artinya pernyataan Ketua DPRA dapat disimpulkan BOHONG tidak sesuai dengan apa yang dikatakan.tutur Nasruddin bahar

    Penelitian Transparansi Tender Indonesia TTI pada Dinas dinas semua kegiatan sudah diklaim punya Pokir Dewan meskipun KPA/PPTK tidak berani menyebutkan nama anggota Dewan yang bersangkutan. TTI mengapresiasi keingginan sebagian anggota dewan mempublikasi kegiatan Pokir mereka agar masyarakat paham mana wakil mereka yang benar benar membela rakyat atau lebih banyak mencari keuntunggan pribadi dengan cara bersekongkol dengan Kepala Dinas dengan cara memasukkan paket paket pengadaan barang dengan harapan Cash Back atau fee yang besar.tutup Nasruddin Bahar
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini