-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

    May 3, 2026, 5:47 AM WIB Last Updated 2026-05-02T22:47:44Z
    Wartanad.id - Blangpidie — Dalam rangka Milad ke-98 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Tahun 2026, Pimpinan Cabang (PC) PERTI Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar rangkaian kegiatan tasyakuran dengan berziarah ke makam para ulama PERTI pada Sabtu (02/05/2026).

    Mengusung tema “Menggenggam Erat Tradisi, Melangkah Menuju Masa Depan, Dalam Menyongsong Satu Abad PERTI”, kegiatan diawali dengan ziarah ke makam ulama-ulama PERTI di berbagai wilayah Aceh Barat Daya dan sekitarnya.

    Peserta ziarah terlebih dahulu berkumpul di Masjid Jamik Baitul Adhim Blangpidie sebelum memulai perjalanan. Rombongan kemudian pertama kali berziarah ke makam guru Abuya Muda Waly, yakni Abuya Syaikh T. Mahmud di Blangpidie serta menantunya Abuya Tgk. H. Abdul Hamid Kamal di Kuta Tuha, Blangpidie. Selanjutnya, ziarah dilanjutkan ke makam Ketua Perti Abdya pertama setelah mekar dari Aceh Selatan yaitu Abuya Syeikh Tgk. H. Muhammad Syam Marfaly di Dayah Bustanul Huda, Keude Siblah, Blangpidie, setelahnya ke komplek makam ulama besar Abuya Syeikh Tgk. H. Muhammad Waly Al Khalidy (Abuya Muda Waly) di Dayah Darussalam, Blang Poroh, Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan.

    Setelahnya, rombongan juga mengunjungi sejumlah makam ulama lainnya, di antaranya Tgk. Abdul Hamid K di Ujung Padang, Manggeng; Tgk. Jailaini di Dayah Madinatul Fata, Ie Lhob, Tangan-Tangan; Abuya Syeikh Tgk. H. Muhammad Yatim al-Khalidy dan Abuya Syeikh Tgk. H. Abdussalam Ghaliby di Dayah Darul Ulumuddiniyah, Rambong, Setia; Abuya Syeikh Tgk. H. Imam Syamsuddin di Dayah Babussalam, Meunasah Sangkalan, Susoh; serta Abuya Syeikh Tgk. H. Abdurrahman Badar di Dayah Khazinatul Hikam, Kuta Tinggi, Blangpidie.

    Usai ziarah, rombongan disambut dengan jamuan makan siang dan temu ramah bersama Pemkab Abdya di Pendopo Bupati Abdya. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, anggota DPRK, Ketua MPU, ketua Majelis Mustasyar serta jajaran Majelis Pembina, Majelis Ifta', dan Majelis Pakar PERTI Abdya, para kepala SKPK, pimpinan PC PERTI Abdya, para ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, serta pengurus PERTI dan organisasi serumpun (PERWATI, Pemuda Perti, KMTI, dan OPI).

    Dalam sambutannya, Ketua PC PERTI Abdya, Abu Muda Tgk H Muhammad Qudusi Syam Marfaly SSos, menyampaikan bahwa PERTI merupakan organisasi Islam terbesar di Aceh Barat Daya serta terbesar ketiga di Indonesia. PERTI didirikan pada 5 Mei 1928 oleh ulama-ulama terkemuka seperti Inyiak Canduang, Inyiak Jaho, Syekh Abbas Qadhi, dan Beliau Tobek Godang.

    Ia menjelaskan bahwa PERTI masuk ke Aceh pada tahun 1940-an melalui peran besar Abuya Muda Waly dengan membentuk cabang di Labuhan Haji. Pada 1950-an, PERTI kepengurusan PERTI tingkat provinsi Aceh terbentuk di bawah kepemimpinan Abu Tgk. H. Muhammad Hasan Krueng Kale. Ia juga menyinggung dinamika organisasi yang sempat terpecah pada 1960-an dan kembali bersatu (islah) pada 2016.

    “PERTI merupakan pusaka yang diwariskan oleh Abuya Syekh Muhammad Waly Al Khalidy. Oleh karena itu, sebagai cucu rohani Abuya, kita berkewajiban melanjutkan amanah dan perjuangan beliau dengan membesarkan PERTI kembali,” ujarnya.

    Ia juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan DPRK dalam memperkuat peran PERTI di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, termasuk harapan untuk membangun perguruan tinggi PERTI di Aceh Barat Daya.

    Sementara itu, Bupati Aceh Barat Daya yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah, Amrizal, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat Milad ke-98 PERTI. Ia menegaskan bahwa PERTI memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan akhlak dan pendidikan masyarakat.

    “PERTI telah menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter masyarakat. Pemerintah daerah siap terus bersinergi dalam membangun Aceh Barat Daya yang religius, maju, dan berdaya saing,” ungkapnya.

    Dalam suasana penuh kehangatan, ia juga menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan PERTI. Ia mengenang masa ketika rutin mendengar ceramah dan khutbah dari alm. Abuya Syekh Tgk. H. Muhammad Syam Marfaly (ketua Perti Abdya pertama) setiap malam jumat di Masjid Jamik Baitul Ali Kuta Tinggi, serta menyebut dirinya sebagai bagian dari keluarga besar PERTI.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk. Muhammad Maimun, S.H.I., sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Persatuan Tarbiyah Islamiyah dalam mengabdi kepada umat dan bangsa.

    Melalui momentum Milad ke-98 ini, diharapkan PERTI semakin kokoh dalam menjaga tradisi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan daerah.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini