Kota Bakti, Pidie ( Wartanad.id)– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Bakti kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan melalui pelaksanaan razia kamar hunian warga binaan yang digelar pada Kamis, 4 Juni 2026. Sabtu ( 06/06/2026)
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Benny Muhammad Saefulloh, tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) sekaligus implementasi program pemberantasan peredaran barang-barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan.
Razia dilaksanakan secara menyeluruh dengan melibatkan jajaran petugas pengamanan dan staf Lapas. Petugas melakukan pemeriksaan pada setiap kamar hunian guna memastikan tidak terdapat barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan maupun menghambat proses pembinaan warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, antara lain korek api, kawat yang telah dimodifikasi, kaca cermin, paku, benda tajam rakitan, serta beberapa barang lain yang berpotensi disalahgunakan, Seluruh barang hasil temuan langsung diamankan dan didata sesuai prosedur yang berlaku.
Kalapas Benny Muhammad Saefulloh menegaskan bahwa kegiatan razia merupakan langkah preventif yang akan terus dilaksanakan secara berkala guna menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan kondusif.
“Razia ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Kami tidak akan memberikan ruang terhadap keberadaan barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu proses pembinaan maupun keamanan warga binaan dan petugas,” tegas Benny Muhammad Saefulloh.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan warga binaan tidak hanya bergantung pada program yang dijalankan, tetapi juga pada terciptanya lingkungan yang aman dan bebas dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Petugas juga melakukan pemeriksaan pada sudut-sudut kamar yang dianggap rawan menjadi tempat penyimpanan barang terlarang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya perlawanan dari warga binaan.
Pihak Lapas menilai bahwa barang-barang yang ditemukan, meskipun terlihat sederhana, tetap memiliki risiko tinggi apabila dimanfaatkan untuk tindakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas.
Oleh sebab itu, tindakan pencegahan melalui razia rutin menjadi salah satu langkah strategis yang terus diperkuat, Selain penegakan aturan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan agar semakin memahami pentingnya mematuhi tata tertib selama menjalani masa pidana. Petugas turut memberikan pembinaan dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan hunian yang aman demi kepentingan bersama.
Di bawah kepemimpinan Benny Muhammad Saefulloh, Lapas Kelas IIB Kota Bakti terus memperkuat berbagai program pengamanan, pengawasan internal, serta pembinaan warga binaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang modern, humanis, dan berintegritas.
Melalui kegiatan razia ini, Lapas Kelas IIB Kota Bakti menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih dari barang-barang terlarang, serta mendukung pelaksanaan pembinaan warga binaan secara optimal. Dengan pengawasan yang konsisten dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan kondisi lapas tetap kondusif serta mampu mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat.



