-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Nico Septian Pimpin Aksi 1.000 Lilin: Masyarakat Tuntut Kepastian Hukum Kasus Agnis Jance Zebua

    Fauzal
    Jun 27, 2026, 10:47 PM WIB Last Updated 2026-06-27T15:47:27Z

     

    Nico Septian Pimpin Aksi 1.000 Lilin: Masyarakat Tuntut Kepastian Hukum Kasus Agnis Jance Zebua. 


     

    Medan, Sumatera Utara ( WARTANAD.ID)— Ratusan elemen masyarakat berkumpul dalam aksi damai penyalaan 1.000 lilin di kawasan Bundaran SIB Kota Medan, Sabtu (27/6/2026). Dipimpin langsung oleh Nico Septian Butar Butar, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus desakan tegas agar aparat penegak hukum memberikan kejelasan dan kepastian hukum atas penanganan kasus Agnis Jance Zebua yang hingga kini masih menjadi sorotan publik. Sabtu ( 27/06/2026)

     

    Suasana berlangsung khidmat dan tertib. Peserta membawa lilin yang dinyalakan sebagai simbol harapan agar kebenaran segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan tanpa hambatan. Melalui aksi ini, Nico menyerukan agar proses penanganan perkara dilakukan secara transparan, sehingga keluarga korban maupun masyarakat luas dapat mengetahui perkembangan terbaru secara terbuka.

     

    Dalam orasinya, Nico menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan pengawasan publik.

     

    “Ini bukan sekadar aksi simbolis. Ini adalah suara hati masyarakat yang menuntut kejelasan dan kepastian hukum. Jangan biarkan keadilan berjalan di tempat, sementara keluarga korban terus menunggu jawaban yang pasti,” tegas Nico di hadapan para peserta.

     

    Ia juga mengingatkan bahwa keterbukaan informasi adalah hak publik. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menunjukkan profesionalisme, objektivitas, dan integritas dalam menjalankan tugasnya.

     

    Dalam kesempatan yang sama, Bendahara GMNI Kota Medan, Melinus Ndruru, menyampaikan bahwa pertanyaan dan kepedulian masyarakat bukanlah bentuk perlawanan, melainkan upaya menjaga agar hukum benar-benar bekerja untuk rakyat.

     

    “Ketika masyarakat mempertanyakan perkembangan sebuah perkara, itu artinya mereka ingin memastikan hukum berjalan sebagaimana mestinya. Kami berharap aparat penegak hukum dapat menunjukkan komitmen yang nyata,” ujarnya.

     

    Ketua GMN Bersatu Sumatera Utara, Harefali Giawa, menambahkan bahwa gerakan ini bersifat kemanusiaan dan lintas latar belakang. “Memperoleh keadilan adalah hak setiap warga negara. Kasus ini tidak boleh terlupakan begitu saja,” katanya.

     

    Sementara itu, praktisi hukum Hendra Prasetyo Hutajulu, S.H., M.H., menegaskan akan terus mengawal proses hukum agar tetap berada dalam koridor peraturan yang berlaku.

     

    Aksi ditutup dengan doa bersama. Cahaya ribuan lilin yang menerangi lokasi kegiatan menjadi pengingat bahwa harapan akan tegaknya keadilan tidak boleh padam. Di akhir kegiatan, Nico kembali menegaskan bahwa aksi ini tidak bertujuan mengintervensi proses hukum, melainkan mendorong penegakan hukum yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

     

    (Tim Redaksi)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini