Wartanad.id - BIREUEN – Transparansi Tender Indonesia (TTI) memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Kementerian Pekerjaan Umum atas kinerja dan komitmennya dalam mempercepat pembangunan Duplikasi Jembatan Kuta Blang di Kabupaten Bireuen, Aceh.
Koordinator TTI, Nasruddin Bahar (29/06),mengatakan percepatan pekerjaan yang dilakukan siang dan malam menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memulihkan akses transportasi nasional yang sempat terputus akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.
"Jembatan Kuta Blang merupakan salah satu infrastruktur strategis yang menghubungkan jalur utama Banda Aceh–Medan. Kerusakan parah akibat banjir menyebabkan arus transportasi dan distribusi logistik terganggu. Karena itu, kami memberikan apresiasi atas upaya percepatan yang dilakukan Kementerian PU," ujar Nasruddin Bahar.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan keterangan dari Kasatker Wilayah I, progres pembangunan jembatan hingga saat ini telah mencapai sekitar 62 persen. Capaian tersebut dinilai cukup signifikan mengingat pekerjaan baru berjalan sekitar enam bulan.
Menurut TTI, berbagai kendala yang masih terjadi pada jembatan darurat merupakan kondisi yang dapat dimaklumi. Jembatan darurat saat ini harus menampung lalu lintas kendaraan dalam jumlah besar setiap hari, termasuk truk-truk pengangkut kebutuhan masyarakat yang melayani jalur Medan–Banda Aceh.
"Ratusan kendaraan melintas setiap hari, siang dan malam. Dengan beban lalu lintas sebesar itu, tentu terdapat tantangan dalam menjaga kenyamanan pengguna jalan. Namun hal tersebut tidak boleh mengurangi apresiasi terhadap progres pembangunan jembatan permanen yang terus menunjukkan perkembangan positif," tambahnya.
TTI berharap Kementerian PU terus memacu pelaksanaan pekerjaan sehingga target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menikmati akses transportasi yang aman dan lancar melalui jembatan permanen tersebut.
Nasruddin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan proyek dalam kondisi normal. Oleh sebab itu, capaian progres yang telah diraih patut diapresiasi.
Sebagai perbandingan, proyek Duplikasi Jembatan Woyla di Kabupaten Aceh Barat yang dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2025–2027 dengan nilai kontrak sekitar Rp120 miliar hingga saat ini baru menunjukkan progres sekitar 0,3 persen, meskipun telah berjalan hampir enam bulan.
"Masyarakat tentu berharap Jembatan Kuta Blang dapat selesai tepat waktu sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga kembali normal. Kami optimistis dengan komitmen yang ditunjukkan Kementerian PU saat ini," tutup Nasruddin Bahar.