-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Wakapolda Aceh Launching Penanaman Jagung Bersama Petani Muda Milenial di Pidie, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

    Jun 13, 2026, 6:52 PM WIB Last Updated 2026-06-13T11:53:02Z
    Wartanad.id - PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026).

    Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

    Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara.

    “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.

    Kapolda Aceh menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan. Menurutnya, negara yang kuat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara mandiri dan berkelanjutan.

    Pada kesempatan tersebut dilakukan launching penanaman jagung di lahan seluas sekitar 40 hektare di Kecamatan Simpang Tiga. Lahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra produksi jagung yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

    Kapolda Aceh juga memberikan apresiasi kepada Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie yang telah berperan aktif mendukung program ketahanan pangan. Keterlibatan generasi muda di sektor pertanian dinilai menjadi harapan baru dalam mewujudkan pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan di Aceh.

    “Petani muda harus menjadi agen perubahan, penggerak pembangunan desa, sekaligus pelopor kebangkitan sektor pertanian di Aceh. Dengan semangat inovasi dan pemanfaatan teknologi, sektor pertanian akan semakin produktif dan mampu bersaing,” lanjutnya.

    Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, Wakapolda Aceh bersama Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki dan para Pejabat Utama Polda Aceh menyerahkan bantuan secara simbolis berupa bibit jagung, pupuk, dan ecoenzyme kepada kelompok tani.

    Selain mendukung sektor pertanian, Bhayangkari Daerah Aceh melalui program Bhayangkari Peduli juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus mempererat semangat kebersamaan dalam pembangunan desa.

    Dalam rangkaian kegiatan itu, Ny. Ira Marzuki didampingi Wakapolda Aceh, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta para Pejabat Utama Polda Aceh meninjau stan UMKM Gampong Kemukiman Teungoh sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan usaha mikro lokal.

    Pada kesempatan yang sama, Ny. Ira Marzuki turut menyerahkan secara simbolis bantuan 10 titik sumur bor bantuan Kapolda Aceh. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan air masyarakat di wilayah setempat.

    Kegiatan juga diisi dengan penyerahan cendera mata dari Pembina Umum Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie yang diserahkan oleh Zakaria kepada Wakapolda Aceh sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Polda Aceh terhadap pengembangan pertanian generasi muda.

    Acara ditutup dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Wakapolda Aceh bersama unsur Forkopimda, Bhayangkari, dan perwakilan petani muda milenial sebagai tanda dimulainya program budidaya jagung di kawasan tersebut.

    Melalui program ini, Polda Aceh berharap pengembangan lahan jagung di Kabupaten Pidie dapat meningkatkan hasil produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, serta mendorong lahirnya lebih banyak petani muda yang berdaya saing.

    “Semoga apa yang kita tanam hari ini menjadi ikhtiar bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadi kontribusi nyata Aceh dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tutup Wakapolda Aceh.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini