-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Menerobos Jalan Berlumpur, Melintasi Jembatan Darurat dengan Seutas Tali Baja, Kapolres Aceh Barat Menyapa Harapan di Sikundo

    Azhar
    Jul 21, 2026, 4:10 PM WIB Last Updated 2026-07-21T09:14:51Z


    Wartanad.id | Meulaboh - Jalan berlumpur yang membelah pedalaman Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, menjadi saksi perjalanan rombongan Polres Aceh Barat pada Senin (20/7/2026).

    Di balik medan yang sulit dilalui, tersimpan kisah tentang masyarakat yang telah berbulan-bulan bertahan dalam keterbatasan setelah putusnya jembatan penghubung akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025.

    Pagi itu, Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., didampingi Wakapolres Kompol Hari Purnomo, S.H., M.H., bersama para pejabat utama dan personel Polres Aceh Barat, datang bukan sekadar menjalankan agenda kunjungan kerja.

    Mereka ingin melihat langsung denyut kehidupan masyarakat yang setiap hari harus berjuang melintasi jembatan darurat demi mengakses sekolah, pelayanan kesehatan, pasar, hingga kebun tempat mereka mencari nafkah.


    Perjalanan rombongan berakhir di tepian sungai. Sebuah jembatan tali baja terbentang sederhana, menjadi satu-satunya akses yang menghubungkan Dusun Durian dengan Dusun Sarah Saree. Di atas jembatan itulah, warga mempertaruhkan keberanian setiap hari.

    Seorang ibu rumah tangga tampak melangkah perlahan sambil membawa belanjaan. Di belakangnya, beberapa anak SD Negeri Sikundo berjalan hati-hati menuju sekolah, menjaga keseimbangan di atas papan kayu yang bergoyang diterpa angin.

    Pemandangan tersebut membuat langkah Kapolres terhenti. Ia menghampiri seorang warga dan menyapanya.
    “Ibu, sehari berapa kali melewati jembatan ini?” tanyanya. Dengan senyum tipis, perempuan itu menjawab, “Bisa lebih dari sepuluh kali, Pak. Antar anak sekolah, belanja, pulang, lalu kembali lagi. Semua aktivitas lewat sini.”

    Jawaban singkat itu menggambarkan perjuangan masyarakat Sikundo yang harus berdamai dengan keterbatasan setiap hari.

    Tak jauh dari lokasi, sejumlah personel Polres Aceh Barat tampak sigap membantu anak-anak menyeberangi jembatan. Satu per satu mereka digandeng hingga tiba dengan selamat di seberang. Senyum polos anak-anak menjadi potret semangat yang tetap tumbuh di tengah keterbatasan.

    Sebagai wujud kepedulian, Polres Aceh Barat juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes). Tim medis yang dipimpin Ns. Muchlis, S.Kep., bersama personel Sidokkes dan para Polwan membuka layanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.

    Sebanyak 15 warga memanfaatkan layanan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tim medis mendapati keluhan yang paling banyak dialami masyarakat, yakni demam disertai influenza sebanyak 5 orang, hipertensi 4 orang, asam urat 4 orang, dan diare 2 orang.


    Sesuai hasil diagnosis, pasien mendapatkan terapi dan obat-obatan, antara lain Amlodipine 10 mg, Flutamol, Cefadroxil 500 mg, Allopurinol 100 mg, Meloxicam 7,5 mg, serta Vitamin Selkom-C. Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengontrol tekanan darah secara berkala, mengatur pola makan, serta mematuhi anjuran pengobatan.

    Suasana kampung yang biasanya tenang berubah menjadi lebih hangat. Polisi dan masyarakat berbaur tanpa sekat. Anak-anak bermain riang, para orang tua memanfaatkan layanan kesehatan, sementara personel Polres membantu setiap warga yang membutuhkan.

    Menjelang siang, rombongan beristirahat di sebuah warung sederhana milik warga. Namun, bagi AKBP Agus Sulistianto, waktu istirahat tidak menghentikan ikhtiarnya.
    Di sudut warung, ditemani secangkir kopi, ia memanfaatkan jaringan internet Starlink untuk mencari berbagai referensi dan berdiskusi mengenai kemungkinan percepatan rekonstruksi jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.


    “Kami ingin hadir langsung melihat kondisi masyarakat, mendengar apa yang mereka rasakan, sekaligus memberikan pelayanan yang dapat kami lakukan. Harapan kami, persoalan akses ini dapat segera mendapat perhatian sehingga masyarakat kembali memiliki akses yang aman dan layak untuk beraktivitas,” ujar AKBP Agus Sulistianto.

    Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan kepedulian melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi warga.
    Bagi masyarakat Sikundo, jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua daratan.

    Jembatan adalah jalan anak-anak menuju sekolah. Jalan warga menuju pelayanan kesehatan. Jalur petani mengangkut hasil kebun ke pasar. Penghubung silaturahmi antarwarga. Dan urat nadi kehidupan yang tak pernah berhenti mengalir.


    Hari itu, di ujung seutas tali baja yang membentang di atas derasnya sungai, tersampaikan sebuah pesan sederhana namun bermakna. Bahwa kepedulian bukan sekadar hadir dalam kata-kata.
    Ia lahir dari keberanian menembus jalan berlumpur, menyapa masyarakat tanpa sekat, mendengar setiap keluhan, lalu bergerak bersama menghadirkan harapan.
    Di Sikundo, harapan itu masih menggantung di atas seutas tali baja. 


    Namun, selama masih ada kepedulian dan semangat untuk bergotong royong mencari solusi, masyarakat percaya akan tiba saatnya jembatan yang kokoh kembali berdiri, menghubungkan bukan hanya dua dusun, tetapi juga masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga.(**)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini